BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 07:09 WIB
Berita Terkini Jumat, 24 Jul 2026 01:15 WIB

Direktur Utama Agrinas Berikan Respons Terkait Kontroversi Anggaran Kipas Angin Koperasi Desa

24 Jul 2026, 01:15 WIB 90x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
T
Taufik Pranata 90x dibaca · 3 menit baca
Foto: Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo (Muhammad Reevanza/detikFoto)
Foto: Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo (Muhammad Reevanza/detikFoto)

Jakarta - Joao Angelo de Sousa Mota, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, menolak untuk banyak berkomentar mengenai anggaran pengadaan kipas angin Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berjumlah Rp 1,8 triliun. Ia menyatakan bahwa isu terkait anggaran tersebut tidak ada hubungannya dengan lembaganya. "Itu kan (kipas angin) sarana prasarana. Tapi kalau kipas kan bukan saya ngomong. Tanya sama yang ngomong gitu. Kan biar kalian muatin dulu, biar ramai dulu, nanti saya jelasin satu kali kan selesai," ungkap Joao kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Kamis (23/7/2026).

Joao menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebutkan tentang pengadaan kipas angin senilai Rp 1,8 triliun yang kini menjadi perbincangan di media sosial. Ia juga memberikan tanggapan terkait kritik yang dilayangkan oleh DPR dalam rapat bersama Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, tetapi enggan memberikan penjelasan lebih lanjut karena bukan dirinya yang menyampaikan informasi mengenai anggaran tersebut. "Iya. Dia ngomong di mana sama siapa, kan yang ngomong yang suruh jelasin, masa saya suruh jelasin orang lain yang ngomong kok," tambahnya. "Pokoknya yang ngomong suruh jelasin, saya kan jelasin yang saya ngomong, yang saya tahu, gitu. Masak orang lain yang ngomong, saya yang jelasin. Saya nggak tahu apa yang dia bahas. Yang dibahas apa?" lanjutnya.

Pernyataan Joao Mengenai Penganggaran

Joao menegaskan bahwa ia tidak memiliki pengetahuan mengenai urusan penganggaran tersebut dan tidak ingin dikaitkan dengan pernyataan yang ramai diperbincangkan. "Saya nggak tahu. Saya nggak tahu dia ngomong di mana, saya juga baca berita, saya lihat ini, ya sudah biarin saja orang nggak ada urusan sama saya, ngapain saya urusin," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Agrinas ditugaskan oleh Prabowo untuk mengelola KDKMP selama dua tahun ke depan, yang mencakup pembangunan, pengadaan, hingga pelaksanaan KDMP. "Kan kita ditugaskan untuk mengelola selama dua tahun. Dari Pembangunan, pengadaan, dan menjalankannya selama dua tahun," jelasnya.

Kritik dari Anggota DPR

Sebelumnya, isu pengadaan kipas angin ini pertama kali dipertanyakan oleh Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, dalam rapat kerja bersama Menteri Koperasi pada Rabu (15/2) lalu. Ia mempertanyakan kebenaran proyek tersebut mengingat harga kipas angin yang dianggarkan jauh berbeda dengan harga di pasaran. "Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta dengan nilainya Rp 1,8 triliun. Lalu dari isu ini kami mencari informasi tapi kami tidak dapat satu informasi pun dari pemerintah adanya pengadaan ini. Kami juga informasi pihak-pihak terkait tidak berani jawab," kata Mufti dalam rapat kerja di Gedung DPR, Jakarta Pusat, pada Rabu (15/7).

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sebelumnya juga menyampaikan bahwa pengadaan KDKMP menjadi tanggung jawab Agrinas Pangan. "Mungkin kalau koperasi kan memang itu yang tanggung jawab si Agrinas kan. Kita hanya bayar cicilannya saja. Cuma manajemen segala macam di sana," jelas Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/7).