Anggota Komisi VI DPR, Rahmat Saleh, memberikan apresiasi terhadap proses transformasi yang terjadi pada badan usaha milik negara (BUMN). Ia menilai bahwa transformasi ini berlangsung dengan tetap mengutamakan efisiensi tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja secara massal. Pendekatan yang diambil menunjukkan bahwa pembenahan BUMN dilakukan dengan cara yang terukur dan berfokus pada kepentingan negara.
Rahmat juga menyampaikan penghargaan kepada Dony Oskaria, Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, yang dinilai berhasil melaksanakan transformasi BUMN dengan pendekatan bisnis yang profesional. "COO Danantara itu profesional murni. Beliau bekerja dengan hitungan bisnis negara, bukan kepentingan kelompok. BUMN harus benar-benar kembali untuk rakyat," ungkap Rahmat dalam keterangannya.
Hasil Positif dari Transformasi BUMN
Menurut Rahmat, transformasi yang dilakukan oleh pemerintah mulai menunjukkan hasil yang positif. Hal ini terlihat dari peningkatan kinerja sejumlah BUMN yang berhasil mencatatkan pertumbuhan laba. Ia juga menilai bahwa kebijakan untuk menyederhanakan jumlah BUMN dijalankan secara hati-hati, sehingga dapat meningkatkan efisiensi perusahaan negara tanpa mengorbankan kepentingan pekerja.
"Yang patut diapresiasi, penyusutan jumlah BUMN dilakukan tanpa mengandalkan pemutusan hubungan kerja secara massal. Ini menunjukkan transformasi dilakukan dengan perencanaan yang matang," jelas Rahmat. Ia menekankan pentingnya pembenahan terhadap perusahaan yang terus merugi, sebagai langkah untuk menjaga kesehatan keuangan negara dan meningkatkan daya saing BUMN.
Komitmen Terhadap Tata Kelola yang Baik
Rahmat juga mendukung langkah Dony Oskaria yang bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengawasi proyek strategis nasional, termasuk program hilirisasi dan penguatan tata kelola perusahaan. Menurutnya, langkah ini mencerminkan komitmen untuk membangun BUMN yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.
"Pak Dony menunjukkan kepemimpinan yang kuat. Beliau berani mengambil keputusan bisnis yang tepat, tetapi tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang baik. BUMN memang harus dikelola secara profesional agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat," tambah Rahmat.