BREAKING Kamis, 02 Jul 2026 00:42 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Rabu, 01 Jul 2026 23:23 WIB

Dua Lansia Terlibat Pertikaian Menggunakan Senjata Tajam di Sampang

01 Jul 2026, 23:23 WIB 4x dibaca 2 menit baca surabaya.kompas.com surabaya.kompas.com
Z
Zahra Asma Nabila 4x dibaca · 2 menit baca
Dua Lansia Terlibat Pertikaian Menggunakan Senjata Tajam di Sampang
surabaya.kompas.com

SAMPANG, KOMPAS.com - Dua pria yang sudah lanjut usia di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mengalami luka-luka setelah terlibat pertikaian. Dalam insiden tersebut, keduanya saling menyerang menggunakan senjata tajam.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula ketika MT (60), seorang penduduk dari Dusun Dang Lanjang, Desa Banjar, secara tidak sengaja bertemu dengan MD (60), yang tinggal di Dusun Tedunan, Desa Banjar, di sebuah bengkel motor yang terletak di Desa Nyeloh. Eko Puji menduga bahwa kedua lansia tersebut masing-masing membawa senjata tajam di balik pakaian mereka untuk berjaga-jaga.

Awal Mula Pertikaian

Tidak lama setelah pertemuan itu, terjadi cekcok antara keduanya di bengkel tersebut. "Setelah cekcok keduanya saling bertengkar di lokasi itu," ujar Eko Puji pada Rabu (1/7/2026).

Menurut Eko Puji, kedua pria tersebut saling menyerang dengan senjata tajam yang mereka bawa. Akibat dari insiden ini, keduanya mengalami luka di beberapa bagian tubuh mereka. "Untuk MT mengalami luka pada lengan tangan sebelah kanan dan pergelangan tangan kiri. Sedangkan MD mengalami luka sobek di tangan sebelah kiri dan paha sebelah kiri," jelasnya.

Penanganan Pasca Kejadian

Setelah kejadian tersebut, kedua lansia tersebut segera dirujuk ke rumah sakit yang berbeda. MT dirawat di RS Nindhita, sementara MD mendapatkan perawatan di RSUD Moh Zyn Sampang. "Dua pihak lalu melapor ke kami dan petugas langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara)," tambahnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. "Untuk motifnya masih didalami, apakah ada penyebab sebelumnya atau tidak, kami masih belum bisa memastikan," tutup Eko Puji.