BMKG mengungkapkan bahwa es abadi yang berada di Puncak Jaya, Papua, terus mengalami pencairan setiap tahun dan diperkirakan akan habis pada akhir tahun 2026 atau awal 2027. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia menyatakan bahwa es yang telah mencair tersebut tidak akan kembali lagi.
Profesor Thomas Djamaluddin, Peneliti Astronomi di BRIN, menjelaskan, "Kalau es menghilang di Puncak Jaya tidak mungkin lagi kembali karena temperatur global terus meningkat, jadi makin panas." Ia menambahkan bahwa pencairan gunung es kini terjadi di berbagai belahan dunia, dan hal ini disebabkan oleh pemanasan global.
Pencairan Es Akibat Pemanasan Global
Thomas melanjutkan, "Es abadi di Puncak Jaya Papua juga terdampak pemanasan global sehingga lapisan es terus mencair dan makin berkurang luas dan ketebalannya." Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pencairan es di Puncak Jaya tidak akan memberikan dampak yang signifikan. "Secara global pencairan gunung-gunung es menambah ketinggian permukaan air laut. Secara lokal, pencairan gunung es tidak tampak signifikan, karena berlangsung sedikit demi sedikit," tambahnya.
BMKG telah mengonfirmasi bahwa es abadi di Puncak Jaya terus menyusut dari tahun ke tahun. Dalam akun Instagram resminya, mereka menyatakan, "Tidak lama lagi, Indonesia mungkin akan kehilangan es abadinya untuk selamanya. Es di Puncak Jaya, Papua terus menyusut dari tahun ke tahun." Menurut pakar klimatologi BMKG, es abadi yang telah bertahan ribuan tahun ini diperkirakan akan hilang sepenuhnya pada akhir 2026 atau awal 2027.
Data Pencairan dan Ketebalan Es
BMKG mencatat bahwa pada tahun 1988, gletser tropis di Jayawijaya memiliki luas 4,3 kilometer persegi, namun pada September 2025, luasnya menyusut menjadi hanya 0,09 kilometer persegi. Ketebalan es juga mengalami penurunan yang signifikan; pada tahun 2010 ketebalan es mencapai 32 meter, tetapi pada tahun 2016, laju penipisan mencapai 2,5 meter per tahun. "Pada tahun 2023, tiang pancang menunjukkan ketebalan es tersisa 4 meter saja," ungkap BMKG.
Pemantauan terbaru menunjukkan bahwa es telah mencair sepenuhnya. BMKG menyebut bahwa hilangnya es abadi di Puncak Jaya dipicu oleh kombinasi perubahan iklim global dan fenomena El Niño yang menyebabkan suhu semakin tinggi dan cuaca menjadi lebih kering di Indonesia. "Banyak peneliti memperkirakan es abadi di Papua hanya tinggal hitungan bulan sebelum benar-benar hilang," demikian pernyataan BMKG.