BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 05:08 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Rabu, 29 Jul 2026 16:46 WIB

Faktor Kecerdasan Anak: Genetik atau Lingkungan?

29 Jul 2026, 16:46 WIB 56x dibaca 2 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
S
Sabrina Aulia Rahma 56x dibaca · 2 menit baca
Ilustrasi. Faktor genetik memang menentukan kecerdasan anak. Namun dokter mengingatkan bahwa ini bukan satu-satunya. Ada faktor lain yang perlu diperhatikan orang tua. (Getty Images/Sasiistock)
Ilustrasi. Faktor genetik memang menentukan kecerdasan anak. Namun dokter mengingatkan bahwa ini bukan satu-satunya. Ada faktor lain yang perlu diperhatikan orang tua. (Getty Images/Sasiistock)

Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak orang beranggapan bahwa kecerdasan anak merupakan warisan dari orang tua. Meskipun hal ini ada benarnya, seorang dokter mengingatkan bahwa faktor genetik bukanlah satu-satunya aspek yang memengaruhi kecerdasan anak. Untuk memiliki anak yang cerdas, penting untuk memilih pasangan yang juga memiliki kecerdasan yang baik.

Dokter spesialis anak, Kanya Ayu, menjelaskan bahwa kecerdasan anak biasanya diturunkan dari ibunya. Namun, ia menekankan bahwa faktor genetik hanyalah salah satu dari berbagai faktor yang menentukan kecerdasan anak. "Tapi betul tidak hanya dari genetik saja. Dari dalam kandungan sampai setidaknya 1.000 hari pertama kehidupan atau sampai usia 2 tahun itu perkembangan otak manusia mencapai 80 persen otak dewasanya," ungkap Kanya.

Faktor Penentu Kecerdasan Anak

Kanya menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor utama yang berkontribusi terhadap pembentukan kecerdasan anak, yaitu asah, asih, dan asuh. Ketiga faktor ini harus berjalan secara seimbang agar kecerdasan anak dapat berkembang secara optimal.

Asah merujuk pada nutrisi yang diberikan kepada anak. Beberapa nutrisi penting yang harus dipastikan ada dalam diet anak meliputi protein, mikronutrien, zat besi, dan DHA. Selanjutnya, asih berkaitan dengan pengelolaan emosi. Orang tua perlu mengajarkan anak untuk menerima kasih, menghadapi stres, serta berinteraksi dengan lingkungan sosial.

Pentingnya Stimulasi dalam Perkembangan Anak

Asuh, di sisi lain, berhubungan dengan stimulasi yang diberikan kepada anak. Kanya menekankan bahwa tidak ada gunanya jika seorang ibu pintar tetapi anak hanya diberi makan tanpa adanya interaksi. "Percuma kalau ibunya pintar terus anak dikasih makan daging, tapi cuma dikasih makan, nggak diajak ngomong nggak pernah diajarin bermain cilukba dan seterusnya semuanya harus balance," tambahnya.