BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:11 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Sabtu, 18 Jul 2026 21:51 WIB

Fandom Musik Sebagai Dukungan Kesehatan Mental bagi Generasi Z

18 Jul 2026, 21:51 WIB 93x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
K
Komang Yoga 93x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Komunitas penggemar musik atau fandom ternyata memiliki manfaat lebih, tak hanya menjadi tempat berkumpulnya para penggemar artis. (iStock/filadendron)
Ilustrasi. Komunitas penggemar musik atau fandom ternyata memiliki manfaat lebih, tak hanya menjadi tempat berkumpulnya para penggemar artis. (iStock/filadendron)

Jakarta, CNN Indonesia -- Komunitas penggemar musik, yang sering disebut fandom, tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul para penggemar artis, tetapi juga memiliki manfaat yang lebih dalam. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa fandom dapat menjadi ruang yang aman bagi Generasi Z (Gen Z) untuk mendapatkan dukungan emosional, mengurangi perasaan kesepian, dan menjaga kesehatan mental mereka.

Pengaruh Musik terhadap Emosi

Hong Kong Music Therapy Association (HKMTA) menyatakan bahwa musik dapat meningkatkan emosi positif dengan mempengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab atas pengaturan emosi dan motivasi. Selain itu, musik juga diketahui dapat menurunkan kadar hormon stres kortisol, memperlambat detak jantung, dan menurunkan tekanan darah. Temuan ini menunjukkan bahwa di balik antusiasme terhadap idola, komunitas penggemar musik dapat membantu banyak anak muda membangun koneksi sosial dan menjaga kesehatan mental mereka.

Kisah Inspiratif dari Jessica Sikora

Salah satu contoh nyata datang dari Jessica Sikora, seorang perempuan dari New Jersey, Amerika Serikat. Ia mengungkapkan bahwa komunitas penggemar Jonas Brothers membantunya bertahan hidup saat berjuang melawan depresi di masa remajanya. Pada usia 13 tahun, Jessica mengalami depresi akibat tekanan dari keluarga dan kesulitan dalam bersosialisasi. Ia mengaku pernah melakukan self-harm dan mencoba bunuh diri sebelum mencapai usia 17 tahun. Dalam kondisi tersebut, musik menjadi pelarian, sementara dukungan dari komunitas penggemar Jonas Brothers memberinya kekuatan emosional.

"Itu adalah komunitas yang menyelamatkan hidup saya. Berbicara dengan sesama penggemar membuat saya tetap bertahan," ujar Jessica.

Berangkat dari pengalaman pribadinya, Jessica mendirikan platform bernama Superbands, yang merupakan komunitas daring untuk menghubungkan para penggemar musik sebagai bentuk dukungan sebaya. Ia percaya bahwa fandom dapat melengkapi layanan kesehatan mental profesional. "Mereka (layanan kesehatan mental) fokus pada penanganan krisis dan aspek klinis. Namun, fandom juga penting bagi kesehatan mental. Banyak anak muda mendengarkan musik setiap hari. Fandom memberi harapan, rasa memiliki, komunitas, dan identitas," jelasnya.

Melalui Superbands, Jessica mengadakan berbagai kampanye kesehatan mental bersama musisi dan label rekaman. Platform ini hadir di media sosial seperti Instagram, TikTok, dan X, serta menyediakan ruang bagi para penggemar untuk berbagi cerita tentang bagaimana musik membantu mereka melewati masa-masa sulit. Dalam situs Superbands, Alyssa menyatakan bahwa kampanye Loud and Clear yang digelar Superbands, "mengingatkan saya bahwa saya tidak sendirian, dan bahwa mencintai sebuah band dengan begitu dalam bukanlah sesuatu yang harus saya sembunyikan."

Pengalaman Jessica bukanlah satu-satunya. Perusahaan olahraga dan hiburan AEG Global Partnership melakukan survei terhadap 3.000 orang dewasa di Inggris pada tahun 2025 dan menemukan bahwa 70 persen responden merasa "seperti di rumah" saat menghadiri konser bersama sesama penggemar. Selain itu, lebih dari 53 persen responden merasa lebih dipahami oleh sesama penggemar di konser dibandingkan oleh orang-orang dalam kehidupan sehari-hari. Survei tersebut juga menunjukkan bahwa Gen Z adalah kelompok usia yang paling mungkin menjadi superfan.

Fenomena ini terlihat pada berbagai komunitas penggemar musik, seperti Swifties untuk penggemar Taylor Swift, Little Monsters untuk penggemar Lady Gaga, Blinks untuk penggemar BLACKPINK, hingga ARMY untuk penggemar BTS. Bagi banyak anak muda, komunitas ini menjadi tempat berbagi pengalaman tanpa rasa takut dihakimi.

Masalah depresi bukanlah hal yang sepele. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami pemikiran atau perilaku bunuh diri, Anda disarankan untuk mencari bantuan profesional. Layanan Hotline Gratis Pencegahan Bunuh Diri Kementerian Kesehatan dan RS Marzoeki Mahdi dapat dihubungi melalui www.healing199.id, telepon di nomor 119 extension 8, atau melalui WhatsApp yang terhubung di situs tersebut. Layanan ini akan langsung tersambung dengan konselor Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi dan jejaring, serta psikolog klinis dari Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia. Semua keluhan akan didengar dengan tulus dan privasi akan terjaga.