BREAKING Minggu, 14 Jun 2026 08:37 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Minggu, 14 Jun 2026 07:07 WIB

Frekuensi Ideal Donor Darah Berdasarkan Jenis Kelamin

14 Jun 2026, 07:07 WIB 2x dibaca 2 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Z
Zahra Asma Nabila 2x dibaca · 2 menit baca
Frekuensi Ideal Donor Darah Berdasarkan Jenis Kelamin
Ilustrasi. Donor darah memiliki jeda waktu yang dianjurkan. (istockphoto/Ranah Pixel Studio)

Donor darah adalah aktivitas kemanusiaan yang sangat penting, namun tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Setelah mendonorkan darah, tubuh memerlukan waktu untuk memulihkan jumlah sel darah merah dan cadangan zat besi yang hilang. Oleh karena itu, ada pedoman yang harus diikuti mengenai jarak waktu antara donor darah.

Jarak Minimal Donor Darah untuk Pria

Pria umumnya diperbolehkan untuk mendonorkan darah kembali setelah jeda minimal dua bulan atau sekitar 60 hari sejak donor terakhir. Waktu tersebut dianggap cukup untuk membantu tubuh memulihkan jumlah sel darah merah yang berkurang selama proses donor. Jika kondisi kesehatan pendonor baik dan memenuhi semua syarat medis, mereka dapat kembali mendonorkan darah setelah masa tunggu tersebut.

Wanita Memerlukan Jeda yang Lebih Lama

Berbeda dengan pria, wanita biasanya disarankan untuk memiliki jeda donor yang lebih panjang, yakni antara tiga hingga empat bulan. Hal ini disebabkan oleh kondisi biologis wanita, termasuk siklus menstruasi yang dapat memengaruhi kadar hemoglobin serta cadangan zat besi dalam tubuh. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan sebelum donor sangat penting untuk memastikan bahwa tubuh dalam keadaan siap.

Proses Pembentukan Sel Darah Merah Baru

Jeda antara donor darah juga berkaitan dengan proses regenerasi sel darah merah atau eritrosit. Sel darah merah memiliki masa hidup sekitar 100 hingga 120 hari. Setelah melakukan donor, tubuh akan mulai memproduksi sel darah merah baru untuk menggantikan yang hilang. Selain itu, tubuh juga perlu waktu untuk mengembalikan cadangan zat besi yang berkurang akibat donor.

Batas Maksimal Frekuensi Donor Darah

Meskipun donor darah memiliki banyak manfaat, kegiatan ini tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Palang Merah Indonesia (PMI) menetapkan bahwa seseorang dapat mendonorkan darah maksimal lima kali dalam periode dua tahun. Ketentuan ini bertujuan untuk menjaga kesehatan pendonor dan memastikan bahwa kualitas darah yang didonorkan tetap optimal.

Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Donor

Mematuhi jeda waktu donor saja tidak cukup. Setiap calon pendonor harus menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum darah diambil. Petugas akan memeriksa tekanan darah, berat badan, suhu tubuh, dan kadar hemoglobin. Jika hasil pemeriksaan tidak memenuhi syarat, proses donor dapat ditunda hingga kondisi tubuh kembali normal.

Jadi, seberapa sering seseorang dapat mendonorkan darah? Jawabannya tergantung pada jenis kelamin dan kondisi kesehatan masing-masing pendonor. Umumnya, pria dapat mendonorkan darah setiap dua bulan, sementara wanita disarankan menunggu sekitar tiga hingga empat bulan. Dengan mengikuti jarak donor yang dianjurkan, kegiatan ini dapat dilakukan dengan aman dan memberikan manfaat besar bagi mereka yang memerlukan transfusi darah.