BREAKING Senin, 15 Jun 2026 16:05 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Jumat, 12 Jun 2026 15:58 WIB

Gejala Metabolisme yang Tidak Seimbang: Rasa Ngantuk, Perut Begah, dan Kelelahan

12 Jun 2026, 15:58 WIB 6x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
R
Reyhan Arifin 6x dibaca · 3 menit baca
Gejala Metabolisme yang Tidak Seimbang: Rasa Ngantuk, Perut Begah, dan Kelelahan
Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/spukkato)

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketika tubuh mengalami metabolisme yang tidak optimal, ia akan mengirimkan sinyal-sinyal tertentu. Gejala ini seringkali dimulai dari hal-hal kecil, seperti rasa ngantuk setelah makan, perut yang terasa begah, atau kelelahan meskipun aktivitas yang dilakukan tidak banyak. Kondisi ini lebih umum terjadi dari yang diperkirakan, terutama pada orang-orang dengan berat badan berlebih, pola makan yang tidak teratur, atau gaya hidup yang kurang aktif.

Dr. Hoo Yumilia, Sp.PD-KEMD, seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi Metabolik di Mayapada Hospital Bandung, menjelaskan bahwa metabolisme dan sistem pencernaan saling terkait. Ketika metabolisme tidak seimbang, tubuh tidak dapat mengolah makanan secara efisien. "Akibatnya, makanan menumpuk dan tidak tercerna dengan baik, sehingga perut terasa begah, serta dapat menyebabkan perubahan toleransi terhadap makanan tertentu dan potensi peningkatan berat badan, kadar gula darah, dan lemak (trigliserida) yang perlu diwaspadai," ungkap dr. Yumilia.

Dampak pada Organ Hati

Menurutnya, ketidakseimbangan metabolik dapat berdampak negatif pada kesehatan hati. Ketika metabolisme terganggu, misalnya karena berat badan berlebih, gangguan penyerapan gula (resistensi insulin), atau pola makan yang tidak teratur, hati dapat terbebani. "Metabolisme yang tidak seimbang juga dapat mempengaruhi kesehatan liver, di mana organ ini kesulitan dalam memproses gula, lemak, dan protein menjadi energi, sehingga penyerapan nutrisi menjadi tidak optimal," jelasnya.

Dr. Nenny Agustanti, Sp.PD-KGEH, seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi di Mayapada Hospital Bandung, menambahkan bahwa akar permasalahan kondisi ini sering kali disebabkan oleh pola makan yang tinggi gula, lemak, dan kalori. "Ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik, hal ini meningkatkan risiko gangguan metabolik yang tidak hanya berdampak pada berat badan, tetapi juga membebani organ pencernaan. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan metabolik sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan," tuturnya.

Siapa yang Harus Waspada?

Kelompok yang perlu lebih waspada terhadap risiko gangguan metabolik mencakup mereka yang memiliki berat badan berlebih, lingkar perut yang meningkat, riwayat diabetes dalam keluarga, perubahan kadar gula darah, atau kadar lemak yang tidak ideal, terutama jika disertai dengan keluhan pencernaan yang berulang. "Evaluasi dini membantu mengenali risiko sejak awal sehingga penyesuaian gaya hidup dan tindak lanjut medis dapat dilakukan dengan tepat," tambah dr. Nenny.

Tiga langkah konkret yang bisa diambil untuk meningkatkan metabolisme dan mengurangi risiko yang lebih besar adalah: memperbaiki pola makan dengan mengurangi gula, lemak berlebih, dan kalori kosong; rutin bergerak dengan melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu; serta melakukan evaluasi kesehatan secara berkala untuk deteksi dini sebelum kondisi memburuk.

Untuk mendukung pencegahan dan penanganan penyakit liver sejak dini, Mayapada Hospital meluncurkan Liver, Metabolic Wellness Center (LMWC). Program ini bersifat komprehensif, mencakup kesehatan liver, gangguan metabolik, dan pengelolaan berat badan, dengan fokus pada deteksi dini risiko obesitas, diabetes, dislipidemia, dan sindrom metabolik. LMWC didukung oleh tim dokter multidisiplin dan teknologi diagnostik modern, mulai dari FibroScan® Elastografi untuk pemeriksaan kesehatan hati non-invasif, hingga Total Body Matrix Assessment (TBMA) yang mengevaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik. Layanan ini merupakan bagian dari Gastrohepatology Center Mayapada Hospital dan tersedia di beberapa lokasi, termasuk Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Surabaya, dan Bandung, serta akan segera hadir di Jakarta Timur.