Grab Indonesia mengumumkan penambahan armada kendaraan listrik (EV) dalam layanan mereka hingga mencapai 28.000 unit pada Mei 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong efisiensi energi dan mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam memilih sumber energi di tengah tantangan global yang mempengaruhi sektor energi, termasuk harga bahan bakar minyak dan biaya transportasi. "Tentunya kami ingin mengajak masyarakat membuat pilihan yang lebih bijak dalam penggunaan energi melalui aktivitas sehari-hari. Inisiatif ini juga hadir di tengah dinamika global yang turut memberikan tekanan kepada sektor energi, termasuk tentunya harga BBM dan biaya mobilitas masyarakat. Karena itu, efisiensi energi menjadi semakin penting untuk kita dorong bersama-sama," ungkap Neneng dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta.
Komitmen Terhadap Kedaulatan Energi
Neneng menambahkan bahwa komitmen ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kedaulatan energi melalui percepatan kemandirian energi nasional. Langkah ini juga mendukung target Indonesia untuk mencapai nol emisi pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Target Pertumbuhan Armada Kendaraan Listrik
Grab, sebagai salah satu operator kendaraan listrik terbesar di Indonesia, mencatat bahwa jumlah armada kendaraan listriknya telah meningkat dua kali lipat dibandingkan akhir 2025. Perusahaan ini menargetkan jumlah armada listrik tersebut akan meningkat menjadi tiga kali lipat dibandingkan tahun 2025 pada akhir tahun ini.