BREAKING Senin, 15 Jun 2026 16:23 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Sabtu, 13 Jun 2026 12:59 WIB

Hunian Senen Siap Dihuni, Menampung Warga Relokasi di Jakarta Pusat

13 Jun 2026, 12:59 WIB 7x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
S
Sabrina Aulia Rahma 7x dibaca · 2 menit baca
Hunian Senen Siap Dihuni, Menampung Warga Relokasi di Jakarta Pusat
Foto: Republika/Prayogi

PT Hutama Karya (Persero) telah menyelesaikan pembangunan Hunian Senen yang terletak di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Hunian ini diperuntukkan bagi masyarakat yang dipindahkan dari kawasan bantaran rel kereta api di Senen.

Detail Pembangunan Hunian Senen

Direktur Operasi II Hutama Karya, Mardiansyah, menjelaskan bahwa Hunian Senen dibangun di atas lahan seluas 1,61 hektare dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) yang dimiliki oleh PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports). Hunian ini telah siap untuk digunakan dan akan dilaporkan kepada presiden sebagai dukungan terhadap program penataan kawasan permukiman serta relokasi warga bantaran rel.

Mardiansyah menambahkan bahwa kawasan ini terdiri dari 324 unit hunian yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti toilet, mushala, dapur umum, ruang komunal, taman bermain anak, serta area parkir untuk kenyamanan penghuni.

Keberhasilan Proyek dan Manfaat bagi Masyarakat

Proyek yang dimulai pada 3 April 2026 ini berhasil diselesaikan lebih cepat dari target yang ditetapkan, yaitu pada 15 Juni 2026. Mardiansyah menyatakan, "Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mendukung percepatan program pemerintah untuk menyediakan hunian yang aman dan nyaman bagi masyarakat."

Hunian Senen tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga dirancang untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat melalui berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas sosial dan peningkatan kualitas hidup penghuni. Mardiansyah juga menekankan pentingnya pengelolaan kawasan dan pemberdayaan masyarakat agar Hunian Senen dapat berkembang menjadi lingkungan yang nyaman, aman, dan produktif.

Pada tahap awal, penghuni Hunian Senen tidak akan dikenakan biaya hunian maupun biaya utilitas untuk mendukung proses adaptasi masyarakat. Proses pendataan calon penghuni telah dilakukan dan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan mekanisme yang telah disiapkan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.

Melalui sinergi antara pemerintah dan BUMN, diharapkan pembangunan Hunian Senen dapat mendukung penataan kawasan perkotaan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas kementerian, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah memungkinkan pembangunan Hunian Senen diselesaikan lebih cepat dari target. Menurutnya, percepatan penyelesaian proyek ini menjadi contoh sinergi yang baik dalam menghadirkan solusi hunian yang berpihak kepada masyarakat. "Hunian ini sudah siap. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan penghuni yang menempati hunian ini benar-benar sesuai dengan tujuan awal, yaitu warga yang direlokasi dari bantaran rel kereta api di kawasan Senen," ungkapnya.