Regional

Ibu Berdaster Terekam Mencuri Tas di Toko Kosmetik Medan

Seorang ibu berdaster terekam mencuri tas di toko kosmetik di Medan, dan videonya menjadi viral di media sosial. Korban telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

F
Fadil Ramadhan Akbar
05 May 2026 6 pembaca
Ibu Berdaster Terekam Mencuri Tas di Toko Kosmetik Medan
Sumber gambar: medan.kompas.com

MEDAN, KOMPAS.com – Sebuah video yang menunjukkan aksi seorang ibu berdaster mencuri tas pegawai di sebuah toko kosmetik di Pasar Petisah, Kota Medan, telah viral di media sosial. Korban dari pencurian ini telah melaporkan insiden tersebut ke Polsek Medan Baru untuk tindakan lebih lanjut.

Dalam rekaman CCTV berdurasi singkat, pelaku tampak mengenakan daster bermotif cokelat dan hitam, sambil membawa tas merah serta mengenakan jam tangan. Ia terlihat mondar-mandir di dalam toko sebelum mengambil dua tas dari atas lemari. Korban, Dewi (40), pegawai toko kosmetik, menjelaskan bahwa pencurian terjadi pada Sabtu (2/5/2026). Saat itu, toko sedang beroperasi normal dan tidak ada kecurigaan terhadap pelaku.

Proses Pencurian yang Cermat

Dewi menyatakan, “Datang lah ibu itu. Sempat kami tanyai mau beli aja tapi diam aja. Terus dia mondar mandir.” Pencurian baru disadari saat toko akan tutup. Ia mengungkapkan bahwa pelaku tidak dicurigai hingga saat tersebut, dan setelah memeriksa rekaman CCTV, mereka baru mengetahui bahwa ibu berdaster tersebut telah mengambil tas dan pergi.

“Ternyata pas kami sibuk itu lah dia ambil dua tas karyawan di sini terus pergi,” tambah Dewi. Akibat dari kejadian ini, korban mengalami kerugian yang cukup signifikan, termasuk uang sebesar Rp 1,2 juta, satu unit ponsel, kunci motor, kartu ATM, KTP, dan beberapa barang lainnya.

Langkah Selanjutnya dari Pihak Kepolisian

Korban telah melaporkan insiden ini ke Polsek Medan Baru dan berharap pelaku dapat segera ditangkap. Dewi mengatakan, “Ini lah kami lagi cari juga keberadaan pelaku dari ponsel yang diambil. Semoga lah tertangkap.”

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Fandi Setyawan, menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami laporan tersebut. “Ini sedang didalami ya,” ujarnya singkat.

KOMPAS.com berkomitmen untuk menyajikan informasi yang jernih, tepercaya, dan berimbang.

Artikel Terkait