Olahraga

Iklan Muncul di Status WhatsApp, Apa yang Terjadi?

Pengguna WhatsApp kini akan melihat iklan muncul di status mereka, sebuah fitur yang resmi diluncurkan pada pertengahan tahun 2025. Meskipun menimbulkan kekhawatiran, Meta menjamin privasi pengguna te...

A
Admin Fakta Lurus
30 April 2026 6 pembaca
Iklan Muncul di Status WhatsApp, Apa yang Terjadi?
Sumber gambar: tekno.kompas.com

KOMPAS.com - Beberapa pengguna mungkin merasa terkejut ketika melihat status di aplikasi WhatsApp. Status di WhatsApp tidak hanya menampilkan konten dari pengguna, tetapi juga kadang diselingi dengan iklan. Saat menggulir dan menonton status, iklan dapat tiba-tiba muncul. Format iklan yang ditampilkan di antara konten status WhatsApp ini mirip dengan iklan yang ada di Facebook Stories dan Instagram Stories.

Peluncuran Iklan di Status WhatsApp

Iklan di status WhatsApp sebenarnya merupakan fitur yang telah resmi diperkenalkan pada pertengahan tahun 2025. Meta, sebagai induk perusahaan WhatsApp, telah mempertimbangkan kehadiran iklan di platform ini selama bertahun-tahun. Namun, wacana untuk menempatkan iklan di WhatsApp sempat menuai penolakan dari para pendirinya. Bahkan, pada tahun 2020, Meta membatalkan rencana untuk meluncurkan iklan dalam aplikasi. Akan tetapi, kepala WhatsApp, Will Cathcart, mengonfirmasi pada tahun 2023 bahwa perusahaan tersebut masih mengerjakan implementasi iklan di platformnya. Akhirnya, pada tahun lalu, WhatsApp mengumumkan kehadiran iklan di status WA.

Polemik Privasi dan Iklan

Penayangan iklan di status WhatsApp menimbulkan perdebatan terkait privasi pengguna. Namun, pihak Meta mengklaim bahwa penayangan iklan tersebut tidak akan mengganggu privasi pengguna. Wakil Presiden Manajemen Produk untuk Business Messaging di Meta, Nikila Srinivasan, menegaskan bahwa isi pesan (chat WA), panggilan pribadi, dan daftar kontak pengguna tidak akan digunakan untuk menargetkan iklan. Komunikasi di WhatsApp dijamin tetap dilindungi dengan enkripsi end-to-end, yang memastikan hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca pesan yang dikirimkan.

"Privasi adalah fondasi utama kami. Semua interaksi iklan dan promosi ini tetap berada di ruang terpisah dan tidak akan mengganggu pengalaman berkirim pesan," kata Nikila Srinivasan dalam sesi media roundtable virtual baru-baru ini. Dalam posting di blog resmi, WhatsApp juga berjanji "tidak akan pernah menjual atau membagikan nomor telepon pengguna kepada pengiklan". Meskipun tidak mengakses isi pesan pribadi, WhatsApp tetap memanfaatkan sejumlah informasi untuk menyesuaikan iklan yang ditampilkan di status WA.

Srinivasan merinci informasi yang digunakan meliputi: bahasa aplikasi yang digunakan pengguna, lokasi kasar (negara atau kota, bukan alamat spesifik), channel yang diikuti pengguna, dan interaksi pengguna dengan iklan di masa lalu. Jika pengguna menautkan WhatsApp dengan akun Meta lain (seperti Instagram atau Facebook) melalui fitur Meta Accounts Center, preferensi dari platform lain tersebut juga dapat digunakan untuk bahan iklan. Namun, WhatsApp menegaskan bahwa semua proses ini tetap berada dalam kendali pengguna dan dapat diubah kapan saja.

Iklan di Status WA ini mirip dengan iklan yang muncul di Instagram Stories. Fitur ini ditujukan untuk bisnis (perusahaan, brand, kreator) yang ingin menjangkau pelanggan baru melalui WhatsApp. Belum ada informasi mengenai seberapa sering iklan akan muncul di status WA. Sebagai perbandingan, iklan di Instagram Stories biasanya muncul setelah empat atau lima konten yang dilihat, meskipun angka ini juga tidak pasti.

Yang jelas, kata Srinivasan, iklan hanya akan muncul di tab "Updates", dan tidak akan mengganggu ruang chat utama. Ini berarti pengguna tetap dapat berkomunikasi melalui pesan pribadi, panggilan suara/video, dan grup komunitas tanpa melihat iklan atau konten promosi. "Fitur ini memang dibangun dari awal dengan mengutamakan privasi," kata Nikila. "Semua interaksi iklan tidak akan mengganggu pengalaman berkirim pesan, dan semuanya tetap berada di ruang terpisah," janji Nikila.

Artikel Terkait