GMR, operator bandara yang berbasis di India, tengah mengembangkan bandara internasional di Visakhapatnam, yang merupakan kota terbesar dan salah satu pusat ekonomi utama di Andhra Pradesh. Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyatakan bahwa pembangunan bandara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjadikan Vizag, nama lain dari Visakhapatnam, sebagai pusat teknologi informasi dan ekonomi baru di negara tersebut.
Modi menekankan pentingnya investasi dalam mencapai kemakmuran, dengan menyebutkan bahwa "Jalan menuju kemakmuran adalah melalui investasi, produksi, ekspor, dan lapangan kerja," dalam sebuah keterangan tertulis yang dirilis di Jakarta.
Peran Strategis Bandara dalam Ekonomi
Srinivas Bommidala, Chairman Energy & International Airports GMR, berharap bahwa bandara ini akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang pesisir timur India yang dikenal sebagai pusat ekosistem teknologi informasi. Ia mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan teknologi informasi dan Global Capability Center, termasuk Google, telah membangun AI Data Center Hub di wilayah tersebut, sementara Nvidia sudah beroperasi di sana.
Bommidala menegaskan bahwa untuk mendukung pariwisata dan perdagangan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, diperlukan platform penerbangan internasional yang terintegrasi. Ia juga menilai bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang sangat penting bagi India. "Jika konektivitas langsung tersedia, saya pikir hubungan antara kedua negara akan semakin erat," ujarnya.
Detail Pembangunan dan Nama Bandara
Pembangunan Bandara Vizag, yang diperkirakan menelan biaya sebesar 56,4 miliar rupee atau sekitar 591 juta dolar AS, dilakukan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Bommidala menjelaskan bahwa strategi, operasional, dan desain Bandara Bhogapuram saat ini mengacu pada evaluasi proyek-proyek bandara greenfield sebelumnya di Hyderabad dan Goa.
GMR berkomitmen untuk menjadikan Bhogapuram sebagai salah satu pusat penerbangan kelas dunia yang dapat bersaing dengan bandara besar di Asia, seperti Bandara Changi di Singapura. SG Kishore, Executive Director and Chief Innovation Officer GMR Group, mengungkapkan bahwa bandara ini akan memiliki kapasitas enam juta penumpang per tahun dan dinamai Alluri Sitarama Raju, seorang pejuang kemerdekaan India.
Kishore menambahkan bahwa pembangunan bandara ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan konektivitas, tetapi juga memiliki misi sejarah. "Pemerintah dan pengelola berharap fasilitas publik ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat konektivitas ekonomi dan mobilitas warga, tetapi juga menjadi monumen pengingat akan pentingnya kemandirian, keberanian, dan daya juang bangsa," tuturnya.