BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:09 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Rabu, 12 Agt 2026 15:30 WIB

Inovasi Kecerdasan Buatan Telkom di DTI-CX 2026

12 Agt 2026, 15:30 WIB 41x dibaca 3 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
N
Nadia Stevani Putri 41x dibaca · 3 menit baca
Foto: Telkom
Foto: Telkom

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menunjukkan kemampuan digitalnya dengan berpartisipasi dalam acara Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 yang diadakan di Jakarta baru-baru ini. Dalam acara ini, Telkom mengusung tiga zona tematik, yaitu Digital Transformation Zone, AI Zone, dan Cyber Security Zone, yang menampilkan beragam kapabilitas dan solusi digital untuk memenuhi kebutuhan transformasi industri yang terus berkembang.

Zona Tematik dan AIcosystem

Pembagian zona tersebut mencerminkan kemampuan Telkom dalam menyediakan solusi digital secara menyeluruh. Di antara ketiga zona yang ditampilkan, AI Zone menarik perhatian dengan pengenalan AIcosystem, sebuah ekosistem kecerdasan buatan dari TelkomGroup yang mengintegrasikan berbagai kapabilitas dan solusi berbasis AI. Salah satu bagian dari AIcosystem adalah AI Solutions & Applications, yang menghadirkan inisiatif Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) melalui pilar AI Hub. Pilar ini berfungsi sebagai pusat penyedia solusi kecerdasan buatan yang telah teruji dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri.

Beberapa solusi yang ditampilkan termasuk Omni Communication Assistant (OCA), PrivateGPT, DIP (Decision Intelligence Platform), dan AI CCTV Analytics. Di antara solusi tersebut, OCA menjadi salah satu produk unggulan Telkom. Platform ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu perusahaan dalam mengelola interaksi pelanggan dengan cara yang lebih terintegrasi, efisien, dan responsif.

Pernyataan Direktur IT Digital Telkom

Dalam kunjungannya, Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menekankan bahwa ajang DTI-CX merupakan momentum strategis untuk menunjukkan kesiapan teknologi masa depan perusahaan. Ia menjelaskan bahwa adopsi kecerdasan buatan kini bukan sekadar tren teknologi, melainkan menjadi fondasi penting bagi setiap industri untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pertumbuhan bisnis, serta menciptakan pengalaman digital yang lebih responsif dan berfokus pada pelanggan.

Kebutuhan tersebut dijawab oleh OCA melalui berbagai kapabilitas yang dirancang untuk mendukung pengelolaan interaksi pelanggan secara menyeluruh. Salah satu fitur yang ada adalah OCA Interaction, yang mengintegrasikan berbagai saluran komunikasi pelanggan dalam satu dasbor terpadu dan dilengkapi dengan sistem tiket. Fitur ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola interaksi dan proses penyelesaian masalah pelanggan secara lebih terstruktur dengan dukungan fitur berbasis AI, seperti AI Reply, AI Translate, AI Enhance, dan AI Summary.

Selain itu, OCA juga menawarkan kapabilitas OCA Automated Interaction yang menggabungkan teknologi Generative AI dan Agentic AI. Kapabilitas ini memungkinkan asisten virtual untuk menjalankan proses secara mandiri dan mengambil tindakan sesuai dengan alur dan kebutuhan operasional masing-masing perusahaan. Untuk mendukung penyampaian informasi secara luas, OCA dilengkapi dengan fitur OCA Blast yang memungkinkan perusahaan mengirimkan pesan secara massal kepada jutaan pelanggan secara instan dengan konten yang dapat dipersonalisasi.

Seluruh kapabilitas tersebut dapat diintegrasikan ke dalam sistem operasional pelanggan melalui OCA API, sehingga memungkinkan perusahaan menyesuaikan pemanfaatan solusi dengan kebutuhan bisnis mereka. Dengan berpartisipasi di DTI-CX 2026, Telkom terus memperkuat perannya dalam menyediakan kapabilitas digital yang dapat membantu perusahaan di berbagai sektor meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan kualitas pengalaman pelanggan. Upaya ini sejalan dengan transformasi Telkom untuk membangun ekosistem digital yang adaptif dan mampu menjawab kebutuhan industri serta perkembangan teknologi di masa depan.