Olahraga

Insiden Pendaratan Darurat Pesawat Singapore Airlines Akibat Gas Domba

Sebuah pesawat kargo Singapore Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bali pada 27 Oktober 2015 karena peringatan asap yang disebabkan oleh gas metana dari domba hidup yang diangkutnya.

A
Admin Fakta Lurus
07 May 2026 4 pembaca
Insiden Pendaratan Darurat Pesawat Singapore Airlines Akibat Gas Domba
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Singapore Airlines mengalami insiden unik ketika salah satu pesawat kargonya melakukan pendaratan darurat di Bali pada 27 Oktober 2015. Peristiwa ini dianggap sebagai salah satu kejadian paling aneh dalam sejarah penerbangan. Pesawat yang terlibat adalah Boeing 747-400 freighter dengan registrasi 9V-SFI dan nomor penerbangan SQ7108, yang saat itu sedang dalam perjalanan dari Sydney menuju Kuala Lumpur, mengangkut 2.186 ekor domba hidup sebagai kargo.

Pada saat kejadian, pesawat yang diawaki empat kru tersebut terbang pada ketinggian sekitar 32.000 kaki, sekitar 400 mil laut di selatan Denpasar. Di tengah penerbangan, indikator asap di kokpit tiba-tiba menyala, menandakan adanya asap di ruang kargo. Peringatan ini dianggap serius karena berpotensi menunjukkan adanya kebakaran di dalam pesawat. Kru pesawat segera melaksanakan prosedur darurat dengan menurunkan ketinggian pesawat menjadi 25.000 kaki dan memutuskan untuk mengalihkan penerbangan ke Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar.

Pemeriksaan Darurat Tanpa Temuan Asap

Pesawat berhasil mendarat dengan selamat sekitar 45 menit setelah pengalihan penerbangan. Namun, setelah pemeriksaan menyeluruh oleh tim darurat bandara, tidak ditemukan tanda-tanda kebakaran atau asap di dalam pesawat. Investigasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa penyebab dari peringatan asap tersebut adalah gas metana yang dihasilkan dari kentut domba dan uap dari kotoran hewan. Kombinasi gas dan partikel ini cukup untuk memicu sensor asap di ruang kargo, sehingga sistem mengira terjadi kebakaran.

Prosedur Khusus untuk Pengangkutan Hewan Ternak

Dalam dunia penerbangan, pengangkutan hewan ternak memiliki prosedur khusus karena hewan dapat menghasilkan panas tubuh, gas, serta limbah yang dapat memengaruhi kualitas udara di ruang kargo. Setelah memastikan bahwa situasi aman, pesawat SQ7108 melanjutkan penerbangan sekitar 2,5 jam kemudian dan tiba di Kuala Lumpur tanpa insiden lebih lanjut.

Insiden ini menunjukkan bahwa kejadian tidak biasa dapat terjadi dalam penerbangan kargo hewan hidup, meskipun terdengar lucu. Singapore Airlines terus berkomitmen untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan dalam setiap penerbangan mereka.

Artikel Terkait