Pemerintah Indonesia melaporkan bahwa total investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah mencapai Rp 353,5 triliun hingga kuartal pertama tahun 2026. Investasi ini juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja yang mencapai 266 ribu orang.
Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan sinyal positif di tengah tantangan yang dihadapi oleh ekonomi global serta beberapa catatan dari lembaga pemeringkat internasional. "Kami meyakinkan bahwa di Kawasan Ekonomi Khusus, hampir semuanya, khususnya yang berbasis industri manufaktur, investasi terjadi peningkatan yang luar biasa," ungkap Susiwijono.
Optimisme di Tengah Tantangan Ekonomi
Optimisme ini didorong oleh tingkat keterisian beberapa KEK yang telah mencapai kapasitas maksimal. Susiwijono menyoroti tiga KEK berbasis industri yang menunjukkan kinerja terbaik, yaitu KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang. Ketiga kawasan tersebut telah mengajukan permohonan untuk perluasan lahan dan pengembangan kawasan, dengan rata-rata permohonan mencapai dua kali lipat dari luas yang ada saat ini.
Peluang Investasi di Sektor Manufaktur
Perluasan lahan ini dilakukan untuk memenuhi permintaan investasi baru yang terus meningkat. "Ini membuktikan bahwa investasi riil di industri manufaktur masih sangat menjanjikan di Indonesia," tambahnya. Dengan potensi baru yang dapat menyentuh hingga Rp 846 triliun, sektor ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.