Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) telah menjalin kerja sama dengan Galangan Kapal Ak Bars, salah satu galangan kapal terbesar di Rusia. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat memperluas akses ke pasar, mendorong alih teknologi, serta meningkatkan daya saing industri perkapalan di Indonesia.
Langkah Strategis dalam Kerja Sama
Ketua Umum DPP Iperindo, Anita Puji Utami, menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dengan Ak Bars merupakan langkah strategis untuk memperkuat jaringan internasional dan membuka peluang bisnis baru bagi pelaku industri perkapalan di Indonesia. "Kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada perdagangan, tetapi juga pengembangan industri, alih teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penciptaan peluang bisnis yang lebih luas bagi anggota Iperindo," ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Proses penandatanganan MoU berlangsung dalam rangkaian pameran industri INNOPROM 2026 yang diadakan di Ekaterinburg, Rusia. Acara tersebut disaksikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita serta Menteri Perindustrian Rusia.
Peluang Bisnis dan Kolaborasi
Anita menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi salah satu agenda utama dalam forum bisnis Indonesia-Rusia yang berlangsung bersamaan dengan INNOPROM 2026. Dalam kesempatan ini, Iperindo juga membuka klaster khusus untuk mempromosikan kemampuan industri perkapalan nasional kepada pelaku industri internasional. Selain itu, PT PCM Kabel Indonesia, salah satu anggota Iperindo, juga menandatangani nota kesepahaman dengan Galangan Kapal Ak Bars. "Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi bisnis dan rantai pasok industri maritim antara Indonesia dan Rusia," jelasnya.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan delegasi Ak Bars ke Indonesia pada 17 April 2026, di mana mereka bertemu dengan Iperindo dan beberapa perusahaan anggota untuk menjajaki peluang kolaborasi di sektor perkapalan dan industri maritim. Anita berharap bahwa kerja sama ini dapat memperkuat daya saing industri perkapalan nasional melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, transfer teknologi, perluasan pasar internasional, serta penguatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Rusia di sektor maritim.
"Diharapkan kerja sama ini mampu meningkatkan daya saing industri perkapalan Indonesia, memperluas akses pasar internasional, mendorong transfer teknologi, serta memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Rusia di sektor industri maritim," tutup Anita.