BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 03:40 WIB
Berita Terkini Rabu, 24 Jun 2026 13:47 WIB

--- Jakarta Siapkan LPDP Sendiri untuk Beasiswa ke Luar Negeri ---

24 Jun 2026, 13:47 WIB 23x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
R
Rizky Ananta 23x dibaca · 2 menit baca
Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Belia/detikcom)
Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Belia/detikcom)
---TITLEEXCERPT--- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan bahwa Jakarta akan memiliki Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sendiri yang akan memberikan beasiswa untuk studi di luar negeri bagi 50 hingga 75 orang. ---CONTENT---

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa Jakarta akan segera memiliki Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dikelola secara mandiri. LPDP Jakarta ini direncanakan akan memberikan beasiswa pendidikan ke luar negeri untuk sekitar 50 hingga 75 orang.

"Bahkan untuk tahun depan, bekerja sama dengan LPDP, Jakarta akan punya LPDP yang dikelola sepenuhnya oleh Jakarta. Kurang lebih nanti siswanya antara 50 sampai dengan 75 yang akan diberikan kesempatan untuk sekolah di luar," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Perubahan Kuota Beasiswa

Awalnya, LPDP Jakarta diperkirakan akan menyediakan sekitar 100 kuota penerima beasiswa. Namun, Pramono belum memberikan penjelasan mengenai alasan pengurangan kuota tersebut menjadi 50 hingga 75 orang. Ia hanya menyatakan bahwa pendidikan merupakan salah satu prioritas bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Prioritas Pendidikan di DKI Jakarta

Pramono menegaskan bahwa saat ini tidak ada pengurangan anggaran untuk sektor pendidikan. "Sampai hari ini, program untuk KJP, Kartu Jakarta Pintar, dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), baik tahun lalu, tahun ini, maupun tahun depan jumlahnya kurang lebih sama. Karena saya tidak mau yang namanya KJP itu dikurangi," jelasnya.

Gubernur juga belum mengungkapkan kapan proses seleksi untuk LPDP Jakarta akan dimulai, serta syarat yang diperlukan bagi para pelamar. Ia kembali menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama. "Untuk hal yang berkaitan dengan pendidikan masih menjadi prioritas yang kita utamakan," tutupnya.