BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 05:47 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Jumat, 15 Mei 2026 06:50 WIB

Jalan di Limapuluh Kota Kembali Dibuka, Namun Ancaman Sinkhole Masih Ada

15 Mei 2026, 06:50 WIB 19x dibaca 3 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
T
Taufik Pranata 19x dibaca · 3 menit baca
Jalan di Limapuluh Kota Kembali Dibuka, Namun Ancaman Sinkhole Masih Ada
regional.kompas.com

LIMAPULUH KOTA, KOMPAS.com – Jalan kabupaten di ruas Ladang Laweh–Batas Batusangkar di Nagari Situjuah Ladang Laweh, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, kini sudah dapat dilalui kendaraan setelah sebelumnya terputus akibat longsor dan amblas. Meskipun demikian, bahaya bencana susulan masih mengintai karena terdapat lubang baru yang menyerupai sinkhole sekitar 100 meter dari lokasi longsor utama.

“Untuk sementara jalan sudah bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. Tapi masih belum aman karena ada lubang lain mirip sinkhole dan material tanah di lereng yang masih menggantung,” ungkap Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh, Mawardi Dt Sinaro Paneh, pada Kamis (14/5/2026).

Proses Pemulihan Akses Jalan

Jalan tersebut sebelumnya tertutup longsor setelah hujan deras mengguyur kawasan itu sejak Selasa (12/5/2026) sore hingga malam. Hujan tidak hanya menimbun badan jalan, tetapi juga menyebabkan jalan amblas, menciptakan lubang besar sedalam sekitar 8 meter.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 600 kepala keluarga atau 2.053 warga sempat terisolasi karena akses satu-satunya menuju nagari terputus. Akses jalan akhirnya dapat dibuka kembali berkat gotong royong ratusan warga yang membersihkan material longsor secara manual, didukung oleh mobil penggelontor air dari Dinas Pemadam Kebakaran dan personel BPBD.

“Alat berat yang kami tunggu baru datang sore hari setelah warga selesai bergotong royong membuka jalan,” jelas Mawardi.

Ancaman Longsor Susulan Masih Ada

Walaupun kendaraan kini dapat melintas, warga masih harus mengambil jalur alternatif di beberapa titik karena kondisi badan jalan yang dianggap tidak aman. Mawardi menambahkan bahwa lereng tebing di sisi jalan masih dipenuhi material longsor dan batang kayu yang berpotensi runtuh jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

“Kalau hujan lebat lagi, dikhawatirkan longsor susulan bisa terjadi dan jalan bisa amblas lebih besar,” tambahnya.

Kepala Jorong Atas Situjuah Ladang Laweh, Riswan, mengungkapkan bahwa wilayah tersebut merupakan kawasan tanah bergerak yang telah dipetakan oleh BPBD Kabupaten Limapuluh Kota. Dalam lima tahun terakhir, longsor dan tanah amblas telah beberapa kali terjadi di kawasan ini. “Potensi longsor susulan masih besar karena banyak retakan tanah di tebing dekat lokasi longsor,” kata Riswan.

Longsor ini juga berdampak pada aktivitas pendidikan dan ekonomi masyarakat. Tiga sekolah terpaksa diliburkan karena guru dan siswa tidak dapat melintas, sementara aktivitas pasar nagari terganggu akibat akses jalan yang terputus. Selain itu, longsor merusak lahan pertanian warga dan memutus saluran irigasi sepanjang sekitar 100 hingga 200 meter.

Anggota Komisi II DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan penanganan permanen terhadap ruas jalan tersebut. Ia menekankan bahwa akses yang kini dibuka hanya bersifat sementara dan belum sepenuhnya aman untuk digunakan. “Khusus badan jalan yang berlubang mirip sinkhole itu harus segera ditimbun dan diperkuat. Karena titik itu pernah longsor sebelumnya,” tegas Fajar.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk segera memanfaatkan dana Biaya Tak Terduga (BTT) untuk mempercepat penanganan bencana di berbagai wilayah yang terdampak di Limapuluh Kota.