Olahraga

Janji CEO OpenAI di Tengah Gelombang PHK Akibat AI

CEO OpenAI, Sam Altman, menjanjikan bahwa kehadiran kecerdasan buatan tidak akan menggantikan peran manusia, di tengah meningkatnya pemutusan hubungan kerja di berbagai sektor industri.

A
Admin Fakta Lurus
10 May 2026 7 pembaca
Janji CEO OpenAI di Tengah Gelombang PHK Akibat AI
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Sejak munculnya tren kecerdasan buatan (AI) generatif yang dipicu oleh kehadiran ChatGPT, banyak perusahaan dari berbagai sektor mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara masif. Dalam situasi ini, CEO OpenAI, Sam Altman, memberikan pernyataan yang menenangkan publik mengenai peran manusia di era AI. Dalam sebuah unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), Altman menyatakan bahwa perusahaannya tidak berniat untuk menghilangkan peran manusia dalam dunia kerja.

“Kami ingin membangun tools yang memperkuat dan meningkatkan kemampuan manusia, bukan menciptakan entitas yang menggantikan manusia,” tulis Altman pada awal Mei lalu. Pernyataan ini muncul di tengah kondisi industri teknologi yang sedang menghadapi tantangan besar, di mana Amerika Serikat mengalami gelombang PHK yang sangat signifikan dalam setahun terakhir.

Gelombang PHK yang Melanda Berbagai Sektor

Gelombang pemutusan hubungan kerja ini telah menyentuh perusahaan-perusahaan besar maupun kecil di berbagai industri. Banyak eksekutif perusahaan secara terbuka menyalahkan kehadiran AI sebagai penyebab utama pemangkasan karyawan. Salah satu contoh yang mencolok adalah nasib para insinyur di King, studio pengembang game mobile Candy Crush. Mereka ditugaskan untuk membuat alat penghasil level permainan berbasis AI, namun setelah proyek tersebut selesai, mereka dipecat dan posisi mereka digantikan oleh sistem AI yang mereka ciptakan sendiri.

Keadaan ini memicu sentimen negatif di masyarakat, di mana banyak orang khawatir bahwa AI akan mengambil alih seluruh pekerjaan yang ada. Kekhawatiran ini semakin diperburuk oleh pernyataan dari beberapa pemimpin perusahaan AI lainnya. Dario Amodei, CEO Anthropic, misalnya, telah berulang kali mengungkapkan bahwa umat manusia mungkin hanya memiliki waktu enam bulan hingga satu tahun sebelum semua kode komputer ditulis sepenuhnya oleh AI.

Tanggapan Altman terhadap Kekhawatiran Publik

Menanggapi pesimisme yang meluas mengenai hilangnya pekerjaan, Sam Altman kembali memberikan pandangannya dalam unggahan lanjutan di X. Ia menyebutkan bahwa pandangan pesimistis mengenai hilangnya mata pencaharian adalah salah jika dilihat dari perspektif jangka panjang. Altman percaya bahwa kehadiran AI justru akan membuat banyak orang lebih sibuk dan merasa lebih puas dengan pekerjaan mereka.

Meski demikian, ia mengakui bahwa teknologi ini akan membawa disrupsi yang signifikan. Altman menyatakan bahwa akan ada masa transisi yang besar seiring dengan pergeseran menuju jenis pekerjaan baru yang mungkin berbeda dari yang ada saat ini. Ia menggambarkan masa depan yang ideal di mana orang-orang yang memiliki ambisi akan didukung untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan.

Di sisi lain, Altman juga menjanjikan bahwa bagi mereka yang tidak ingin bekerja keras, kehidupan yang makmur dan sejahtera tetap dapat dicapai dalam peradaban yang didukung oleh teknologi AI. Dengan demikian, ia berharap bahwa semua orang dapat menikmati standar hidup yang lebih baik tanpa harus memaksakan diri untuk bekerja keras.

Artikel Terkait