BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:10 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Jumat, 10 Jul 2026 18:10 WIB

Jawa Barat Targetkan Investasi Baru dari Malaysia Melalui SIBS 2026

10 Jul 2026, 18:10 WIB 100x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
B
Bima Mandala Sakti 100x dibaca · 2 menit baca
Foto: Fauzi/Republika
Foto: Fauzi/Republika

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang berusaha untuk menarik investasi baru dari Selangor, Malaysia, melalui ajang Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 yang diselenggarakan di Bandung. Langkah ini diambil di tengah pencapaian nilai investasi Malaysia di Jawa Barat yang telah mencapai Rp47 triliun.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menjelaskan bahwa kehadiran ratusan delegasi dan pelaku usaha dari Selangor dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama di bidang investasi dan perdagangan. "Saya yakin kegiatan ini semakin meningkatkan kerja sama yang baik antara pemerintah Selangor dengan Pemprov Jabar," ujarnya di Bandung.

Kontribusi Malaysia dalam Investasi dan Perdagangan

Erwan juga menyampaikan bahwa Malaysia merupakan salah satu investor terbesar di Jawa Barat dengan realisasi investasi mencapai Rp47 triliun. Selain itu, Malaysia termasuk dalam sepuluh besar negara tujuan ekspor dari Jawa Barat, dengan surplus perdagangan sekitar 1,1 miliar dolar Amerika Serikat. "Wisatawan asal Malaysia juga berkontribusi sekitar 12,5 persen terhadap total kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Barat," tambahnya.

Proyek Strategis untuk Menarik Investasi

Untuk menarik lebih banyak investasi baru, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan berbagai proyek strategis, termasuk Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, serta beberapa jalan tol seperti Cisumdawu, Cipali, dan Purbaleunyi. Erwan menekankan pentingnya lima strategi untuk meningkatkan daya tarik investasi, yaitu memperkuat kepastian hukum dan keamanan investasi, mengintegrasikan UMKM dalam rantai pasok industri, mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, meningkatkan kualitas tenaga kerja, serta memperkuat pelayanan investasi yang cepat dan responsif.

Erwan juga mengingatkan agar pertemuan ini tidak hanya sekadar seremonial. "Jangan hanya sekadar pertemuan, perkenalan, salaman, setelah itu bubar. Jangan hanya sampai di situ saja, tapi terus kita kembangkan setiap peluang usaha kerja sama," tegasnya.

Peluang Wisata Medis di Selangor

Sementara itu, EXCO Pemerintah Negara Bagian Selangor untuk Pemerintahan Daerah dan Pariwisata, YB Dato’ Ng Suee Lim, menyatakan bahwa Indonesia merupakan pasar utama bagi pengembangan wisata medis di Selangor. "Kedekatan geografis, kemudahan akses, serta kesamaan budaya menjadikan Selangor pilihan yang ideal bagi masyarakat Indonesia," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa melalui SIBS ASEAN 2026, Selangor ingin memperkenalkan konsep layanan kesehatan yang terintegrasi dengan sektor pariwisata, sehingga masyarakat Indonesia dapat menikmati layanan medis sekaligus berbagai destinasi wisata di Selangor.