JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan bahwa untuk mengembangkan kecerdasan buatan (AI), perlu adanya penguatan pada industri semikonduktor serta infrastruktur digital. Langkah ini dianggap sangat penting untuk membangun ekosistem teknologi yang mampu mendukung transformasi digital dan meningkatkan daya saing industri di tanah air.
Pentingnya Kesiapan Ekosistem Teknologi
Kepala Badan Ekosistem Digital Kadin Indonesia, Firlie H. Ganinduto, menyatakan bahwa pengembangan AI tidak bisa dipisahkan dari kesiapan ekosistem teknologi yang mencakup berbagai aspek seperti konektivitas digital, jaringan telekomunikasi, satelit, pusat data, dan layanan komputasi awan. “Transformasi digital membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, dan para pelaku teknologi. INTI 2026 dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan tersebut, membuka peluang kemitraan, serta mendorong penguatan ekosistem digital Indonesia yang inovatif, terpercaya, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Infrastruktur Digital sebagai Fondasi
Firlie menjelaskan bahwa infrastruktur digital merupakan fondasi yang sangat penting untuk pengembangan AI, Internet of Things (IoT), dan keamanan siber. Ketiga teknologi ini dapat diterapkan di berbagai sektor, termasuk kota cerdas, teknologi finansial, perbankan digital, blockchain, layanan kesehatan digital, hingga mobilitas pintar.
Dia juga menekankan bahwa penguatan industri semikonduktor harus sejalan dengan pengembangan komponen elektronik, robotika, otomasi, dan teknologi drone. Menurutnya, penguasaan teknologi ini akan meningkatkan efisiensi dalam proses produksi dan sekaligus memperkuat daya saing industri manufaktur nasional. Firlie menambahkan, keterhubungan antara pengembangan AI, infrastruktur digital, dan industri semikonduktor diharapkan dapat mempercepat transformasi digital di Indonesia, mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam industri teknologi di kawasan Asia Tenggara.
Pernyataan tersebut disampaikan menjelang acara Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Jakarta. Acara ini akan mempertemukan pelaku industri, investor, akademisi, dan penyedia solusi teknologi untuk membahas pengembangan ekosistem digital di Indonesia.