BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 09:09 WIB
Berita Terkini Senin, 27 Jul 2026 22:34 WIB

Kampung Tenggelam Muncul Kembali di Bendungan Karian Saat Musim Kemarau

27 Jul 2026, 22:34 WIB 68x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
B
Bagas Prakoso 68x dibaca · 2 menit baca
Foto udara sisa puing-puing bangunan rumah yang kembali muncul di kawasan Bendungan Karian yang mengering di Kampung Somang, Lebak, Banten, Jumat (24/7/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas).
Foto udara sisa puing-puing bangunan rumah yang kembali muncul di kawasan Bendungan Karian yang mengering di Kampung Somang, Lebak, Banten, Jumat (24/7/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas).

Di Kabupaten Lebak, kampung yang hilang kini kembali muncul saat air di Bendungan Karian menyusut. Fenomena ini terjadi setelah beberapa tahun kawasan tersebut terendam, seiring dengan datangnya musim kemarau di Indonesia. Meskipun tidak ada atap yang tersisa, tembok-tembok rumah di area tersebut kini dapat terlihat dengan jelas.

Sejarah dan Kondisi Terkini

Kampung yang muncul ini terletak di ujung genangan antara Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, yang sebelumnya merupakan daerah pemukiman yang padat. Maretha Ayu Kusumawati, Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWS Cidanau Ciujung Cidurian (C3), menjelaskan bahwa bangunan-bangunan tersebut tidak dihancurkan saat ditenggelamkan. Petugas hanya melakukan pembersihan terhadap tanaman-tanaman yang ada di area waduk.

“Kondisi seluruh area genangan, meski sudah dibebaskan, tidak dilakukan demolish untuk seluruh bangunan yang terdampak. Adapun yang dilakukan proses clearing oleh tim konstruksi hanya tanamannya saja,” ungkap Maretha. Saat ini, air di waduk dilaporkan menyusut sekitar 5%, sehingga bangunan rumah yang ditinggalkan dapat terlihat dengan jelas.

Kondisi Air dan Respons Warga

Maretha juga menjelaskan bahwa pada Muka Air Banjir (MAB) waduk, sebagian rumah akan tenggelam karena perbedaan tinggi dengan muka air normal sekitar 3,35 meter. Saat ini, elevasi air telah turun sekitar 80 cm dari muka air normal. Dedi Yudha Lesmana, Kepala BBWS C3, menambahkan bahwa kondisi air di waduk masih aman untuk keperluan irigasi di wilayah sekitarnya. “Jika di hilir membutuhkan air lebih banyak, masih dapat dikeluarkan dari Karian,” ujarnya.

Kampung yang tenggelam ini baru terlihat kembali sejak 2023, akibat kemarau panjang yang mengurangi debit air di bendungan. Dedi menjelaskan bahwa biasanya hanya sebagian bangunan yang terlihat, tetapi saat ini banyak bangunan sisa permukiman warga yang dapat terlihat dengan jelas. “(Sebelumnya) hanya sebagian,” katanya.

Warga yang dulunya tinggal di kawasan ini merasakan nostalgia ketika melihat lokasi hunian mereka. Salah satunya, Odon, yang menyatakan bahwa biasanya hanya atap masjid yang terlihat saat air tinggi, tetapi kini banyak rumah yang tampak jelas. “Banyak juga sih yang timbul, kayak di Kampung Susukan, Karian, timbul lagi, soalnya surut,” ujarnya.

Odon, yang tinggal di Kampung Bolang di tengah waduk, mengungkapkan bahwa meskipun rumahnya tidak terlihat saat ini, ia sempat berkunjung ke waduk dua pekan lalu. “Iya mengenang, mengenang tanah tempat kelahiran dulu,” kata Odon. Banyak warga yang tidak pindah jauh dari lokasi asal mereka dan membeli rumah baru di dekat Bendungan Karian. Mereka biasanya menggunakan rakit untuk berkunjung ke waduk dan mengenang lokasi rumah mereka yang dulu.