Kesehatan

Kasus Hantavirus di Indonesia: Sudah Ada Sejak Lama

Hantavirus kembali menjadi sorotan setelah adanya laporan kematian terkait kapal pesiar asal Belanda. Namun, virus ini sebenarnya sudah dikenal dalam dunia medis di Indonesia sejak puluhan tahun lalu.

B
Bagas Prakoso
08 May 2026 7 pembaca
Kasus Hantavirus di Indonesia: Sudah Ada Sejak Lama
Ilustrasi. Hantavirus bukanlah virus baru. Kasus virus ini pada manusia tercatat sudah pernah terjadi, termasuk di Indonesia. (iStockphoto/Md Saiful Islam Khan)

Hantavirus menarik perhatian publik setelah wabah yang terkait dengan kapal pesiar MV Hondius asal Belanda dilaporkan menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Kapal tersebut tiba di perairan Tanjung Verde pada Minggu, 3 Mei, dengan membawa sejumlah penumpang warga negara Inggris. Meskipun demikian, hantavirus bukanlah virus yang baru muncul, melainkan sudah dikenal dalam dunia medis selama beberapa dekade.

Sejarah Penelitian Hantavirus di Indonesia

Menurut penjelasan dari WHO, hantavirus adalah kelompok virus zoonotik yang secara alami menginfeksi hewan pengerat seperti tikus dan dapat menular ke manusia. Infeksi pada manusia dapat menyebabkan penyakit serius, termasuk gangguan pernapasan dan ginjal, tergantung pada jenis virusnya. Sebuah tinjauan yang dipublikasikan dalam jurnal Viruses pada tahun 2019 menunjukkan bahwa penelitian tentang hantavirus di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1984.

Selama lebih dari 35 tahun penelitian, para ilmuwan menemukan tanda-tanda paparan hantavirus pada hewan pengerat berkisar antara 0-34 persen, sedangkan pada manusia sekitar 0-13 persen. Tinjauan tersebut juga mencatat bahwa setidaknya terdapat 14 laporan mengenai infeksi akut hantavirus pada manusia di Indonesia, meskipun tidak semua kasus telah dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium lanjutan. Para peneliti berpendapat bahwa angka sebenarnya mungkin lebih tinggi karena hantavirus masih jarang diperiksa secara rutin.

Temuan Penting di Jawa Barat

Salah satu penelitian penting mengenai hantavirus di Indonesia dipublikasikan oleh Kosasih dan rekan-rekannya pada tahun 2011 dalam jurnal Vector-Borne and Zoonotic Diseases. Penelitian ini melaporkan adanya bukti infeksi Seoul virus pada manusia dan tikus di Jawa Barat. Seoul virus merupakan salah satu jenis hantavirus yang umumnya dibawa oleh tikus Rattus, termasuk tikus rumah dan tikus got yang banyak ditemukan di daerah perkotaan.

Temuan tersebut dianggap sebagai laporan pertama mengenai infeksi Seoul virus di Indonesia yang didukung oleh bukti klinis, serologis, dan epizoologis. Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa hantavirus beredar di populasi tikus di Indonesia. Sebuah studi pada tahun 2013 yang diterbitkan dalam Journal of Veterinary Medical Science meneliti rodensia di Kepulauan Seribu, Jakarta, dan menemukan antibodi hantavirus pada tikus serta mendeteksi segmen genom virus yang termasuk dalam kelompok Seoul virus. Analisis genetik menunjukkan bahwa virus tersebut memiliki hubungan dengan hantavirus yang ditemukan di Vietnam dan Singapura.

Kasus infeksi hantavirus pada manusia di Indonesia juga pernah dilaporkan lebih lanjut. Sebuah laporan kasus pada tahun 2018 dalam jurnal Infectious Diseases of Poverty menjelaskan dua kasus terkonfirmasi Seoul virus pada manusia di Indonesia. Studi tersebut menyebutkan bahwa Seoul virus ditularkan oleh tikus seperti Rattus rattus dan Rattus norvegicus, yang umum ditemukan di lingkungan perkotaan. Kedua pasien awalnya mengalami gejala yang mirip dengan penyakit lain, seperti demam berdarah dan tifoid, dengan keluhan demam, mual, muntah, nyeri tubuh, serta gangguan pada trombosit dan fungsi hati. Setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit, kondisi keduanya dilaporkan membaik dan tidak mengalami gejala berarti saat pemeriksaan lanjutan.

Hantavirus telah lama tercatat dalam penelitian dunia, termasuk di Indonesia. Namun, karena kasusnya yang relatif jarang dan tidak selalu terdeteksi, virus ini sering kali baru menjadi perhatian ketika terjadi kejadian luar biasa atau wabah yang menarik perhatian internasional.

Artikel Terkait