BREAKING Minggu, 16 Agt 2026 13:49 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Rabu, 29 Jul 2026 13:44 WIB

Kebakaran Melanda Pasar Sidoharjo, Pemkab Klaten Siapkan Solusi Sementara untuk Pedagang

29 Jul 2026, 13:44 WIB 52x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
H
Hana Salsabila Zaid 52x dibaca · 2 menit baca
Kebakaran Melanda Pasar Sidoharjo, Pemkab Klaten Siapkan Solusi Sementara untuk Pedagang
regional.kompas.com

KLATEN - Pemerintah Kabupaten Klaten telah mengambil langkah untuk menyiapkan pasar darurat bagi para pedagang yang terkena dampak kebakaran di Pasar Sidoharjo, yang terletak di Desa Paseban, Kecamatan Bayat. Langkah ini bertujuan untuk memulihkan aktivitas ekonomi pedagang sambil menunggu perbaikan pasar yang direncanakan selesai pada akhir tahun 2026.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyatakan bahwa pasar darurat akan menjadi tempat sementara bagi pedagang untuk kembali berjualan setelah kebakaran yang menghanguskan banyak kios dan los pada Senin (27/7/2026). "Sebelum bisa berjualan di sini, nanti akan disediakan oleh Pak Lurah Pasar tempat untuk pedagang berjualan sementara," ujarnya.

Rencana Perbaikan dan Pemulihan Ekonomi

Hamenang menjelaskan bahwa lokasi pasar darurat akan ditempatkan di luar bangunan Pasar Sidoharjo yang terbakar. Pemerintah daerah juga sedang menyiapkan langkah-langkah perbaikan pasar melalui anggaran APBD Perubahan. Dengan strategi ini, diharapkan para pedagang dapat kembali menempati pasar setelah pembangunan selesai. "Sehingga akhir tahun nanti lebih banyak pedagang bisa kembali berjualan," tambahnya.

Detail Kebakaran dan Kerugian yang Dialami Pedagang

Saat meninjau lokasi kebakaran, Hamenang menemukan bahwa 101 kios dan los telah terbakar. "Ternyata setelah dilihat secara langsung, ada 101 kios atau los yang terbakar," ungkapnya. Ia memperkirakan kerugian akibat kebakaran ini mencapai miliaran rupiah.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Pemkab Klaten bekerja sama dengan kepolisian untuk mengusut penyebab insiden tersebut. "Dari kepolisian hadir untuk menginvestigasi, apakah ini memang benar-benar karena korsleting atau memang ada hal-hal yang lain," kata Hamenang.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Klaten, Sumino, menjelaskan bahwa proses pemadaman berlangsung sekitar empat jam dengan melibatkan 20 personel dan beberapa unit mobil pemadam. Ia menyebutkan bahwa petugas mengalami kesulitan di awal proses pemadaman karena pasokan air yang tidak mencukupi dan pintu pasar yang terkunci. "Untuk kesulitan yang kami alami adalah di awal tadi, kita sempat kekurangan air karena bantuan unit supply belum datang sehingga kami agak kesulitan," jelasnya.

Akibat kebakaran ini, sedikitnya 101 pedagang mengalami dampak. Beberapa di antara mereka melaporkan kerugian hingga sekitar Rp 50 juta karena barang dagangan yang baru saja dibeli hangus terbakar bersama kios mereka. Kondisi ini mendorong Pemkab Klaten untuk segera menyiapkan pasar darurat dan mempercepat rencana perbaikan pasar agar aktivitas ekonomi para pedagang dapat segera pulih.