Pada ajang Piala Dunia, saat tekanan semakin meningkat, Thibaut Courtois kembali mencari inspirasi dari pengalaman di Real Madrid. Tim nasional Belgia, yang dikenal dengan julukan Setan Merah, sempat tertinggal 0-2 dari Senegal di babak 32 besar dan hampir tereliminasi dari turnamen. Senegal mulai yakin akan melaju ke babak 16 besar, namun Belgia berhasil melakukan comeback yang dramatis dengan mencetak tiga gol di menit-menit akhir, mengakhiri pertandingan dengan skor 3-2.
Bagi Courtois, momen kebangkitan tersebut mengingatkannya pada pengalaman serupa yang sering ia alami selama berkarier di Real Madrid. Belgia tengah menghadapi masa transisi yang penuh tantangan dalam beberapa tahun terakhir, dan banyak yang berpendapat bahwa generasi emas mereka telah melewati masa kejayaannya. Oleh karena itu, keberhasilan tim untuk bangkit melawan Senegal menjadi semakin berarti. Setelah tertinggal dua gol dan kesulitan untuk menguasai jalannya pertandingan, Belgia menemukan cara untuk kembali ke dalam permainan dan menyelesaikan salah satu comeback paling berkesan di babak gugur Piala Dunia.
Mentalitas Kemenangan
Setelah pertandingan, Thibaut Courtois menekankan pentingnya mentalitas yang membuat timnya tetap percaya hingga peluit akhir berbunyi. "Kami percaya sampai akhir. Kami mencetak gol dan, seperti yang dikatakan manajer kepada kami saat istirahat minum, semuanya berubah dan kami akhirnya menang. Saya telah mengalaminya berkali-kali bersama Real Madrid,” ujarnya. Kiper yang bermain untuk Real Madrid ini telah membangun reputasi sebagai pemain yang mampu menunjukkan performa terbaik di bawah tekanan, berperan penting dalam beberapa momen dramatis di level klub Eropa.
Perjalanan Tim Belgia
Belgia, yang sebelumnya diharapkan dapat melanjutkan tradisi kesuksesan, kini menghadapi tantangan besar untuk membuktikan bahwa mereka masih dapat bersaing di pentas dunia. Kebangkitan melawan Senegal menjadi sinyal positif bahwa mereka masih memiliki semangat juang yang tinggi. Dengan pengalaman yang dimiliki Courtois dan dukungan dari rekan-rekannya, harapan untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia tetap ada, meskipun banyak yang meragukan kemampuan mereka di turnamen ini.