BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:09 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Senin, 20 Jul 2026 09:58 WIB

Kebiasaan Makan yang Dapat Merusak Kesehatan Lambung

20 Jul 2026, 09:58 WIB 81x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
S
Sabrina Aulia Rahma 81x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Beberapa kebiasaan ternyata bisa merusak lambung. (iStock/torwai)
Ilustrasi. Beberapa kebiasaan ternyata bisa merusak lambung. (iStock/torwai)

Lambung memiliki peran yang sangat vital dalam proses pencernaan makanan sebelum nutrisi diserap oleh tubuh. Namun, terdapat beberapa kebiasaan makan yang dapat merusak lambung dan meningkatkan risiko terjadinya gangguan pencernaan. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, dapat menyebabkan masalah seperti sakit maag, refluks asam lambung (GERD), radang lambung, hingga tukak lambung. Oleh karena itu, penting untuk menghindari kebiasaan makan berikut:

1. Sering Melewatkan Waktu Makan

Salah satu kebiasaan yang dapat merugikan lambung adalah sering melewatkan waktu makan. Banyak orang yang menunda sarapan atau melewatkan makan karena kesibukan. Padahal, lambung tetap memproduksi asam meskipun tidak ada makanan yang masuk, yang dapat menyebabkan iritasi pada dinding lambung dan memicu rasa nyeri. Makan secara teratur dapat membantu menjaga keseimbangan produksi asam lambung sehingga sistem pencernaan bekerja lebih baik.

2. Makan dalam Porsi Berlebihan

Makan terlalu banyak membuat lambung bekerja lebih keras untuk mencerna makanan. Hal ini dapat menyebabkan lambung meregang dan memproduksi lebih banyak asam, yang berpotensi menimbulkan perut kembung, mual, dan gangguan pencernaan. Disarankan untuk makan dalam porsi yang wajar dan berhenti sebelum merasa terlalu kenyang.

3. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Olahan

Makanan instan dan cepat saji umumnya mengandung banyak garam, gula, lemak jenuh, dan bahan tambahan lainnya. Makanan ini rendah serat dan dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan. Jika terlalu sering dikonsumsi, makanan olahan dapat meningkatkan risiko peradangan pada lambung dan memicu gangguan pencernaan.

4. Makan Terlalu Cepat

Kebiasaan makan dengan terburu-buru dapat mengakibatkan makanan tidak dikunyah dengan baik. Akibatnya, lambung harus bekerja lebih keras untuk menghancurkan makanan. Makan cepat juga dapat menyebabkan lebih banyak udara tertelan, yang bisa memicu perut kembung dan ketidaknyamanan setelah makan.

5. Kurang Mengonsumsi Makanan Berserat

Serat sangat penting untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dan memperlancar proses pencernaan. Jika asupan serat tidak mencukupi, proses pencernaan bisa melambat, yang dapat menyebabkan sembelit dan perut terasa tidak nyaman. Disarankan untuk meningkatkan konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian untuk memenuhi kebutuhan serat harian.

6. Terlalu Banyak Minum Kopi

Kopi dapat memberikan dorongan energi, tetapi konsumsi yang berlebihan dapat merangsang produksi asam lambung. Jika diminum saat perut kosong, risiko iritasi lambung meningkat. Bagi mereka yang memiliki masalah lambung, membatasi konsumsi kopi sangat dianjurkan.

7. Sering Mengonsumsi Makanan Pedas dan Berlemak

Meskipun tidak semua orang sensitif terhadap makanan pedas, bagi sebagian orang, makanan tersebut dapat memperburuk gejala maag dan asam lambung. Makanan berlemak juga memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga meningkatkan beban kerja lambung dan memicu rasa tidak nyaman.

8. Terlalu Sering Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri

Obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau aspirin dapat mengurangi lapisan pelindung lambung jika digunakan terlalu sering tanpa pengawasan medis. Hal ini membuat lambung lebih rentan terhadap iritasi dan peradangan. Jika perlu menggunakan obat tersebut dalam jangka panjang, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

9. Minum Alkohol dan Merokok

Alkohol dapat mengiritasi lapisan lambung dan meningkatkan produksi asam lambung. Selain itu, kebiasaan merokok dapat mengganggu aliran darah ke lambung dan melemahkan sistem pelindung alaminya. Kedua kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gastritis, tukak lambung, dan memperburuk refluks asam lambung.

10. Makan Saat Sedang Stres

Stres dapat memengaruhi sistem pencernaan karena tubuh menghasilkan hormon yang dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memperlambat proses pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan perut terasa perih, kembung, dan gejala maag semakin sering muncul. Oleh karena itu, penting untuk makan dalam suasana yang tenang agar sistem pencernaan dapat berfungsi dengan baik.

Dengan menghindari kebiasaan makan yang merusak lambung dan menerapkan pola makan yang lebih sehat, risiko gangguan lambung dapat diminimalkan, sehingga kesehatan sistem pencernaan tetap terjaga.