BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 03:39 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Rabu, 01 Jul 2026 02:20 WIB

Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Memicu Kanker Mulut

01 Jul 2026, 02:20 WIB 4x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
K
Komang Yoga 4x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Beberapa kebiasaan bisa memicu kanker mulut. (Istockphoto/Cylonphoto)
Ilustrasi. Beberapa kebiasaan bisa memicu kanker mulut. (Istockphoto/Cylonphoto)

Banyak orang beranggapan bahwa kanker mulut hanya menyerang mereka yang merupakan perokok berat. Namun, terdapat sejumlah kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan kanker mulut, yang sering kali tidak disadari. Kanker mulut adalah pertumbuhan sel abnormal yang terjadi di area rongga mulut, termasuk bibir, gusi, lidah, dan bagian dalam pipi.

Gejala kanker mulut umumnya meliputi luka yang tidak sembuh-sembuh, bercak putih atau kemerahan, serta benjolan di mulut. Selain itu, gigi yang goyang atau lepas tanpa alasan yang jelas juga bisa menjadi tanda. Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama untuk kanker mulut, tetapi ada kebiasaan lain yang juga dapat meningkatkan risiko tersebut.

Merokok dan Pengaruhnya

Merokok tetap menjadi penyebab utama yang meningkatkan risiko kanker mulut. Menurut ahli gizi Brannon Blount, zat karsinogen dalam tembakau dapat merusak sel-sel di mulut dan tenggorokan, sehingga memicu pertumbuhan kanker. Perokok memiliki risiko enam kali lebih tinggi untuk terkena kanker mulut dibandingkan dengan non-perokok. Penggunaan tembakau tanpa asap juga berkontribusi pada tingginya angka kasus kanker mulut di seluruh dunia.

Alkohol dan Kesehatan Mulut

Kebiasaan mengonsumsi alkohol juga berperan dalam peningkatan risiko kanker mulut. Alkohol dapat merusak lapisan pelindung mukosa mulut, membuat jaringan lebih rentan terhadap zat karsinogen. Sebuah studi dari US Public Health Service menunjukkan bahwa mengonsumsi satu minuman beralkohol per hari dapat meningkatkan risiko kanker mulut hingga 40 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol.

Risiko dari Seks Oral

Melakukan seks oral tanpa perlindungan dapat meningkatkan risiko terinfeksi human papillomavirus (HPV), yang merupakan salah satu faktor penyebab kanker mulut dan orofaring. Penelitian menunjukkan bahwa HPV terdeteksi pada sekitar 60 persen kasus kanker orofaring. Meskipun tidak semua orang yang terinfeksi HPV akan mengalami kanker, risiko dapat diminimalkan dengan praktik seks yang aman, vaksinasi HPV, dan pemeriksaan kesehatan jika muncul gejala mencurigakan.

Pentingnya Kebersihan Gigi dan Mulut

Menjaga kebersihan gigi dan mulut sangat penting tidak hanya untuk mencegah gigi berlubang, tetapi juga untuk menurunkan risiko kanker mulut. Menyikat gigi secara teratur, menggunakan benang gigi, dan melakukan pemeriksaan gigi secara berkala dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini. Penelitian menunjukkan bahwa kebersihan mulut yang baik berkaitan dengan penurunan risiko kanker mulut dan meningkatkan peluang deteksi dini.

Peran Pola Makan Sehat

Pola makan yang rendah buah dan sayur juga berhubungan dengan meningkatnya risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker mulut. Buah dan sayuran kaya akan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan. Oleh karena itu, menerapkan pola makan seimbang menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan rongga mulut dan menurunkan risiko penyakit kronis.

Dengan memahami kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan kanker mulut, penting untuk mulai menghindarinya. Selain menerapkan gaya hidup sehat, sebaiknya konsultasikan ke dokter atau dokter gigi jika mengalami luka di mulut yang tidak kunjung sembuh, muncul benjolan, atau bercak yang menetap lebih dari dua minggu. Deteksi dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.