BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:10 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Jumat, 17 Jul 2026 09:44 WIB

Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Menghambat Kesuburan Wanita

17 Jul 2026, 09:44 WIB 90x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
B
Bima Mandala Sakti 90x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Ada sederet Kebiasaan sehari-hari yang dapat mengganggu kesuburan wanita. Sebaiknya perhatian terlebih buat wanita yang sedang mengusahakan dua garis biru. (Getty Images)
Ilustrasi. Ada sederet Kebiasaan sehari-hari yang dapat mengganggu kesuburan wanita. Sebaiknya perhatian terlebih buat wanita yang sedang mengusahakan dua garis biru. (Getty Images)

Kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele bisa memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan. Bagi wanita, ada sejumlah kebiasaan yang sebaiknya dihindari untuk menjaga kesuburan. Kehamilan sering kali menjadi tujuan yang harus diperjuangkan, dan hal ini sangat dipengaruhi oleh kesuburan, baik dari pihak pria maupun wanita. Berbagai faktor, termasuk keseimbangan hormon, kualitas sel telur, dan proses ovulasi, turut berperan dalam hal ini.

Kebiasaan yang Perlu Dihindari

Berikut adalah beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari untuk meningkatkan kesuburan dan peluang terjadinya kehamilan:

1. Merokok

Merokok dapat mempercepat penurunan cadangan sel telur di ovarium, sehingga mengurangi kualitas dan jumlah sel telur lebih cepat. Selain itu, zat berbahaya yang terdapat dalam rokok dapat mengganggu fungsi tuba falopi, yang berperan dalam mengantarkan sel telur ke rahim. Paparan asap rokok dari lingkungan sekitar juga sebaiknya dihindari karena dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan reproduksi.

2. Mengonsumsi Alkohol Berlebihan

Pemakaian alkohol dalam jumlah berlebihan diduga dapat menurunkan peluang terjadinya kehamilan. Mengingat belum ada batas konsumsi yang dianggap aman bagi wanita yang merencanakan kehamilan, mengurangi atau bahkan menghindari alkohol adalah pilihan yang lebih bijak.

3. Berolahraga Terlalu Berat

Olahraga sangat penting untuk kesehatan, namun latihan dengan intensitas yang terlalu tinggi dan dilakukan secara terus-menerus dapat menghambat produksi hormon progesteron. Hal ini dapat mengganggu proses ovulasi, sehingga peluang untuk hamil pun menurun.

4. Konsumsi Obat Tanpa Konsultasi

Beberapa obat, khususnya obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dapat mempengaruhi proses ovulasi jika digunakan dalam kondisi tertentu. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat saat menjalani program hamil.

5. Makan Asal Tanpa Memperhatikan Berat Badan

Menurut informasi dari Fertility Network UK, berat badan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kesuburan wanita. Berat badan yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormon, yang berakibat pada ketidakaturan ovulasi. Sebaliknya, berat badan yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan sel telur tidak dilepaskan setiap bulan. Menjaga berat badan ideal melalui pola makan yang sehat dan olahraga yang seimbang merupakan langkah penting untuk menjaga kesuburan. Penurunan berat badan sekitar 5-10 persen bagi wanita dengan berat badan berlebih dapat membantu mengembalikan siklus menstruasi yang lebih teratur serta meningkatkan fertilitas.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Kesuburan

Selain kebiasaan sehari-hari, terdapat beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Di antaranya adalah sindrom ovarium polikistik (PCOS), endometriosis, masalah pada tuba falopi, kelainan pada rahim seperti miom atau polip, serta gangguan tiroid. Usia juga menjadi faktor penting, di mana kesuburan wanita secara alami mulai menurun sekitar usia 30 tahun dan penurunan ini menjadi lebih signifikan setelah usia 35 tahun karena jumlah serta kualitas sel telur terus berkurang.

Jika seseorang telah berhubungan secara rutin tanpa kontrasepsi selama satu tahun namun belum berhasil hamil, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan dini dapat membantu menemukan penyebabnya sehingga penanganan yang tepat dapat segera dilakukan.