BREAKING Senin, 15 Jun 2026 23:40 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Kamis, 11 Jun 2026 09:51 WIB

Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Meningkatkan Risiko Hipertensi

11 Jun 2026, 09:51 WIB 9x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
K
Komang Yoga 9x dibaca · 3 menit baca
Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Meningkatkan Risiko Hipertensi
Ilustrasi. Ada beberapa kebiasaan yang bisa bikin hipertensi. (iStock/GlobalStock)

Kebiasaan sehari-hari yang dapat meningkatkan tekanan darah sering kali tidak disadari dan menjadi bagian dari rutinitas. Tanpa disadari, kebiasaan-kebiasaan ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah secara bertahap, yang dapat berujung pada hipertensi. Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi di mana tekanan darah terhadap dinding arteri melebihi batas normal, biasanya ditandai dengan angka 130/80 mmHg atau lebih.

Salah satu masalah utama adalah bahwa hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga banyak individu baru menyadari kondisi ini setelah menjalani pemeriksaan kesehatan. Kondisi ini dikenal sebagai "silent killer" karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan berbagai komplikasi kesehatan serius lainnya. Meskipun faktor usia, riwayat keluarga, dan kondisi medis tertentu dapat mempengaruhi hipertensi, gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari merupakan faktor utama yang dapat dikendalikan.

Kebiasaan yang Perlu Dihindari

Berikut adalah beberapa kebiasaan yang dapat memicu peningkatan tekanan darah dan sebaiknya mulai dibatasi:

  1. Terlalu banyak mengonsumsi garam: Asupan natrium yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga meningkatkan volume darah dan tekanan pada dinding pembuluh darah. Sumber natrium tidak hanya berasal dari garam meja, tetapi juga banyak terdapat dalam makanan olahan, makanan cepat saji, serta bumbu instan.
  2. Mengalami stres berkepanjangan: Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu pelepasan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol, yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan peningkatan detak jantung, sehingga tekanan darah meningkat. Meskipun efek ini biasanya bersifat sementara, stres kronis dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung.
  3. Jarang berolahraga: Kurangnya aktivitas fisik membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, yang seiring waktu dapat meningkatkan risiko hipertensi. Aktivitas fisik rutin seperti berjalan kaki, bersepeda, atau jogging dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan mengontrol tekanan darah.
  4. Terlalu sering minum alkohol: Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak kesehatan jantung. Selain itu, alkohol dapat memengaruhi efektivitas obat-obatan untuk tekanan darah. Oleh karena itu, konsumsi alkohol sebaiknya dibatasi sesuai anjuran kesehatan.
  5. Merokok: Nikotin dalam rokok dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan denyut jantung segera setelah dihisap. Dalam jangka panjang, zat-zat berbahaya dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah dan mempercepat penumpukan plak, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
  6. Kurang tidur: Tidur yang cukup sangat penting untuk mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk tekanan darah. Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengontrol tekanan darah, sehingga meningkatkan risiko hipertensi.
  7. Kurang minum air putih: Dehidrasi dapat membuat darah menjadi lebih kental, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkannya ke seluruh tubuh, yang dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah. Memenuhi kebutuhan cairan harian sangat penting untuk menjaga fungsi sirkulasi darah.
  8. Terlalu banyak mengonsumsi kafein: Konsumsi kopi dan minuman berkafein dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah sementara pada sebagian orang. Meski efeknya bervariasi, konsumsi kafein yang berlebihan tetap perlu diwaspadai.
  9. Membiarkan berat badan berlebih: Kelebihan berat badan membuat jantung harus memompa lebih banyak darah untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh, sehingga meningkatkan tekanan pada pembuluh darah. Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik rutin dapat membantu mengontrol tekanan darah.
  10. Mengabaikan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan: Bagi penderita hipertensi, melewatkan obat atau jarang memeriksakan tekanan darah dapat membuat kondisi tidak terkontrol. Pemantauan rutin sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Walaupun hipertensi dapat dipengaruhi oleh faktor usia dan keturunan, banyak kasus yang berkaitan erat dengan gaya hidup. Oleh karena itu, mengenali dan menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan tekanan darah sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah dalam jangka panjang.