BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 02:39 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Senin, 29 Jun 2026 11:14 WIB

Kecelakaan Bus Bima-Jakarta di Dompu, Belasan Penumpang Alami Luka-luka

29 Jun 2026, 11:14 WIB 36x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
B
Bagas Prakoso 36x dibaca · 2 menit baca
Kecelakaan Bus Bima-Jakarta di Dompu, Belasan Penumpang Alami Luka-luka
regional.kompas.com

DOMPU, KOMPAS.com - Sebuah bus bernama Waffa yang mengangkut penumpang dari Bima menuju Jakarta mengalami kecelakaan di jalan lintas Manggenae, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 21.40 Wita. Bus tersebut terjatuh ke dalam jurang dengan kedalaman 60 meter setelah menabrak pagar pembatas jalan. Meski tidak ada korban jiwa, namun sejumlah penumpang, termasuk anak-anak, mengalami luka-luka.

"11 penumpang terluka, terdiri dari enam laki-laki dan lima perempuan," ungkap Kasat Lantas Polres Dompu, Iptu I Komang Wahyu Purbayasari, saat dihubungi pada Senin (29/6/2026). Bus yang terlibat kecelakaan ini memiliki nomor polisi B 7268 KGA dan dikemudikan oleh Oka Jayeng Permadi yang berusia 37 tahun.

Rincian Kecelakaan

Bus tersebut berangkat dari Terminal Dara Kota Bima dengan membawa 19 penumpang. Dalam perjalanan, saat melintas di jalan lintas Manggenae, terjadi ledakan pada selang valve yang mengakibatkan sistem pengereman tidak berfungsi. Hal ini menyebabkan pengemudi kehilangan kendali dan menabrak pagar pembatas jalan sebelum akhirnya terjun ke jurang sedalam 60 meter.

"Dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah gangguan pada sistem pengereman, namun penyebab pastinya masih kami selidiki," tambah Wahyu. Setelah menerima laporan mengenai kecelakaan tersebut, pihak kepolisian segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi semua korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu.

Kerugian dan Penyelidikan

Dalam proses olah TKP, pihak kepolisian mengamankan beberapa barang bukti untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. "Kecelakaan ini tidak hanya mengakibatkan korban luka, tetapi juga menyebabkan kerugian sekitar Rp 50 juta," jelas Wahyu Purbayasari.

Upaya penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan ini dan untuk mencegah kejadian serupa di masa yang akan datang.