Arsenal kini dihadapkan pada tantangan serius menjelang dimulainya Liga Premier 2026/27. Bek utama mereka, William Saliba, kemungkinan besar akan menepi hingga lima bulan karena cedera punggung yang dideritanya. Meskipun tidak memerlukan tindakan operasi, Saliba harus menjalani perawatan intensif dan waktu istirahat yang cukup panjang.
Pemain berusia 25 tahun ini telah mengalami masalah pada punggungnya selama beberapa waktu, yang memaksanya untuk absen dalam pertandingan penting tim nasional Prancis di semifinal dan perebutan tempat ketiga Piala Dunia. Cedera yang dialaminya semakin memburuk saat bertanding melawan Spanyol, sehingga ia harus meninggalkan lapangan sebelum pertandingan berjalan setengah jam.
Proses Pemulihan yang Panjang
Keputusan untuk tidak melakukan operasi diambil setelah diskusi dengan manajemen Arsenal. Namun, proses pemulihan yang panjang membuat kemungkinan keterlibatan Saliba dalam persiapan tim asuhan Mikel Arteta untuk musim baru menjadi meragukan. Diperkirakan, Saliba akan absen dalam pertandingan pembuka melawan Coventry City pada 21 Agustus.
Dampak Terhadap Pertahanan Arsenal
Didier Deschamps, pelatih timnas Prancis, menyebutkan bahwa rasa sakit yang dialami Saliba selama Piala Dunia adalah "tak tertahankan." Hal ini menjadi perhatian serius bagi Arteta, yang harus mencari solusi untuk mengatasi kekosongan yang ditinggalkan oleh absennya Saliba. Sebelumnya, Saliba menjalin kemitraan yang kuat dengan Gabriel di lini belakang Arsenal, yang menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan The Gunners meraih gelar Liga Premier setelah dua dekade.
Namun, mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, menyatakan bahwa tanpa kehadiran Gabriel, kelemahan Saliba menjadi lebih terlihat. Carragher berpendapat bahwa Saliba memiliki potensi untuk menjadi salah satu bek terbaik di Eropa. Namun, untuk mencapai level yang sama dengan Tony Adams dan Virgil van Dijk, Saliba perlu meningkatkan kemampuan dalam memimpin dan mengorganisir pertahanan.
Saat ini, para penggemar Arsenal harus bersabar menunggu kembalinya Saliba ke lapangan. Sementara itu, Arteta dituntut untuk menemukan strategi yang tepat agar pertahanan The Gunners tetap kokoh meskipun tanpa salah satu pemain paling berpengaruh dalam tim.