BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:10 WIB
Berita Terkini Senin, 13 Jul 2026 18:24 WIB

Kejagung Siap Selidiki Informasi Bunker Terkait Kasus Febrie Adriansyah

13 Jul 2026, 18:24 WIB 87x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
F
Fadil Ramadhan Akbar 87x dibaca · 3 menit baca
Foto: dok. Istimewa
Foto: dok. Istimewa

Jakarta - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengungkapkan bahwa ia menerima informasi mengenai adanya lokasi penyimpanan atau bunker lain yang berkaitan dengan tiga kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Kejaksaan Agung menegaskan bahwa mereka akan menyelidiki informasi ini lebih lanjut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa penyidik tidak akan bertindak hanya berdasarkan opini. Namun, ia memastikan bahwa setiap informasi yang berhubungan dengan kasus tersebut akan dianalisis secara mendalam. "Makannya kita telusuri. Kita tidak berdasarkan opini, tapi kita lihat dulu, berdasarkan kepentingan penyidikan," ujar Anang saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026).

Penyidikan Khusus Didirikan

Anang menambahkan bahwa saat ini pihaknya sedang mempelajari administrasi perkara yang baru diterima dari Polri. Kejaksaan Agung berencana untuk membentuk tim penyidik khusus guna mendalami kasus ini berdasarkan bukti-bukti yang ada. "Yang jelas makanya kita kan baru menerima, nanti kita pelajari. Nanti penyidik di Kejaksaan Agung, kita akan membentuk penyidik khusus. Khusus nih, karena kan nggak bisa dengan penyidik... kita akan membentuk tim khusus penyidiknya," jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pihaknya akan mempelajari duduk perkara berdasarkan berita acara pemeriksaan yang telah ada, serta barang bukti yang dikaitkan dengan dugaan tindak pidana yang disangkakan. "Nah, ini kita pelajari seperti apa," imbuhnya.

Koordinasi dengan Pihak Terkait

Anang menegaskan bahwa Kejaksaan Agung akan menjalankan tugasnya secara profesional dan transparan, sambil tetap memegang prinsip praduga tak bersalah. "Yang jelas dalam hal ini kita tetap berkoordinasi baik dengan penyidik dari Polri yang menangani sebelumnya, dan juga untuk menjamin independensi dan juga profesional, kami pastikan kita akan profesional. Kita akan melibatkan juga nanti koordinasi supervisinya dari KPK, dan kemarin juga dari teman-teman Komisi III anggota dewan akan ikut mengawasi juga pelaksanaan dari proses penyidikan perkara ini," ujarnya.

Sebelumnya, Habiburokhman juga menyampaikan bahwa ia mendapatkan informasi mengenai beberapa lokasi penyimpanan lain yang berpotensi terkait dengan tiga kasus dugaan korupsi yang menjerat Febrie Adriansyah. Saat ini, Febrie telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel.

"Infonya nih ada beberapa tempat lagi yang juga akan dilakukan potensi ya, juga bunker-bunker lainnya," kata Habiburokhman dalam rapat internal Komisi III DPR RI di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Sabtu (11/7).

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar, Rikwanto, menduga bahwa masih ada tempat persembunyian yang menyimpan harta terkait dengan tiga kasus korupsi ini yang belum terungkap. Rikwanto meminta agar kasus ini diusut tuntas. "Kami dari Fraksi Partai Golkar sangat menyayangkan dan juga sangat mengecam, ternyata di antara aparat penegak hukum ada yang berperilaku sebaliknya. Ini dari Partai Golkar kita minta untuk diusut tuntas," ujarnya.

Rikwanto juga menambahkan, "Kita duga masih banyak tempat-tempat persembunyian dari harta-harta yang tidak jelas, yang diduga hasil daripada kejahatan ini untuk diungkap."

Diketahui bahwa Febrie Adriansyah mengakui bahwa rumahnya di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang digeledah oleh pihak kepolisian terkait tiga kasus korupsi adalah rumah pribadinya. Di lokasi tersebut, ditemukan 74 kg emas dan uang ratusan miliar rupiah dari dalam brankas.