SURABAYA, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo. Sejumlah pihak yang berhubungan dengan kasus ini telah dipanggil untuk memberikan keterangan.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Surabaya, Putu Arya Wibisana, mengonfirmasi bahwa proses penanganan kasus ini masih berada pada tahap awal, yaitu penyelidikan. Pihak-pihak yang dipanggil sejauh ini belum memiliki status resmi sebagai saksi, melainkan hanya diminta untuk memberikan keterangan atau klarifikasi. "Kita mintai klarifikasi atau keterangan, kalau saksi nanti kita menyebutnya jika masuk ke tahap penyidikan,” jelas Putu Arya Wibisana saat dihubungi pada Selasa (5/5/2026).
Jumlah Pihak yang Dipanggil Masih Terbatas
Meskipun Putu tidak merinci jumlah dan jabatan orang-orang yang dipanggil, ia menegaskan bahwa jumlah tersebut masih tergolong sedikit. "Jumlahnya masih di bawah 10 orang," ungkap pejabat yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Intel di Kejari Tanjung Perak tersebut.
Mengenai potensi kerugian negara, Putu menyatakan bahwa angka pasti belum dapat diungkapkan karena pemeriksaan masih dalam tahap awal yang bersifat tertutup. Ia juga menambahkan bahwa kasus ini merupakan pelimpahan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, dan pada hari yang sama, pihak pelapor juga menjalani sesi klarifikasi.
Asal Usul Laporan Dugaan Korupsi
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Surabaya, Iwan Nuzuardhi, menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang diterima oleh Kejati Jatim sebelum diserahkan kepada Kejari Surabaya. Dugaan korupsi ini diklaim berlangsung dalam periode yang panjang, mulai dari tahun 2015 hingga masa pandemi Covid-19. "Ya memang ada pengaduan masuk. Laporan itu merujuk pada tahun 2015 sampai dengan masa pandemi Covid-19 lalu," kata Iwan.
Iwan menegaskan bahwa proses hukum akan dijalankan secara objektif tanpa pandang bulu. Siapa pun yang memiliki keterkaitan atau pengetahuan terkait dugaan penyelewengan di RSUD Dr Soetomo akan dipanggil untuk memberikan penjelasan. "Semua pihak yang relevan pasti akan kami hadirkan untuk klarifikasi," tegasnya.
Ia juga mengisyaratkan bahwa daftar orang yang akan dipanggil kemungkinan akan terus bertambah seiring dengan berjalannya penyelidikan. "Mungkin kalau dihitung jumlahnya kemungkinan masih banyak," pungkasnya.