Olahraga

Kekacauan Pengikut Instagram: Fenomena "The Great Purge 2026"

Pengguna Instagram mengalami penurunan jumlah pengikut secara drastis, menciptakan kepanikan di kalangan pengguna. Meta mengonfirmasi bahwa ini adalah bagian dari pembersihan rutin akun tidak aktif da...

A
Admin Fakta Lurus
09 May 2026 8 pembaca
Kekacauan Pengikut Instagram: Fenomena "The Great Purge 2026"
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Pengguna Instagram mendapati jumlah pengikut mereka menurun secara signifikan dalam waktu singkat, yang memicu kepanikan di kalangan pengguna. Fenomena ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan disebut sebagai "The Great Purge of 2026". Baik akun selebriti maupun pengguna biasa mengalami dampak dari penurunan ini, yang banyak dianggap sebagai akibat dari kesalahan sistem atau gangguan algoritma.

Namun, penurunan jumlah pengikut ini sebenarnya bukan disebabkan oleh masalah teknis. Meta, perusahaan induk Instagram, menjelaskan bahwa hal ini merupakan bagian dari proses pembersihan rutin yang dilakukan untuk menghapus akun-akun yang tidak aktif dan akun bot. "Proses ini bertujuan untuk menjaga komunitas Instagram tetap sehat dan autentik. Karena itu, pengguna mungkin melihat perubahan pada jumlah followers," ungkap juru bicara Meta.

Proses Pembersihan Akun

Meta menegaskan bahwa pengguna dengan pengikut aktif tidak akan terpengaruh oleh proses pembersihan ini. "Yang ingin kami pastikan, followers aktif pengguna Instagram tidak terpengaruh sama sekali. Mereka tetap ada dan tetap menjadi bagian dari komunitas pengguna," tambah juru bicara tersebut. Selain itu, akun yang sebelumnya ditangguhkan dan berhasil dipulihkan akan dihitung kembali setelah proses verifikasi selesai.

Dampak di Indonesia dan di Kalangan Selebriti

Di Indonesia, fenomena ini juga dikeluhkan oleh banyak pengguna Instagram. Beberapa akun di media sosial X melaporkan kehilangan pengikut mulai dari puluhan hingga ratusan. Misalnya, akun @Nabiiluv mengeluhkan penurunan jumlah followers tanpa alasan yang jelas, sedangkan akun @ksjsboo menyatakan pengikutnya berkurang sekitar 30 akun. Akun @Dadikwahyuutero melaporkan kehilangan hingga 300 pengikut sekaligus, dengan jumlah akun yang diikutinya juga berkurang 50.

Di tingkat global, sejumlah selebriti besar juga mengalami penurunan pengikut yang signifikan. Menurut data dari layanan pemantau pihak ketiga, Kylie Jenner dilaporkan kehilangan sekitar 15 juta pengikut, menjadikannya sebagai yang paling terdampak. Selain itu, Cristiano Ronaldo kehilangan sekitar 8 juta pengikut, sementara Lionel Messi kehilangan sekitar 4 juta. Di kalangan musisi, Ariana Grande dan Selena Gomez masing-masing kehilangan sekitar 6 juta pengikut, dan Justin Bieber kehilangan sekitar 5 juta.

Fenomena ini juga berdampak pada dunia K-pop, di mana grup BLACKPINK kehilangan lebih dari 10 juta pengikut di akun grup mereka. Anggota grup tersebut, seperti Lisa, Jennie, Rosé, dan Jisoo, juga mengalami penurunan followers yang signifikan.

Jumlah pengikut di media sosial kini menjadi sangat penting, bukan hanya sekadar angka. Ini berpengaruh pada monetisasi, kerja sama dengan brand, dan kekuatan distribusi konten. Penurunan jumlah pengikut yang besar memicu kepanikan, terutama di kalangan kreator dan influencer yang mengandalkan media sosial sebagai sumber pendapatan utama. Namun, banyak analis media sosial berpendapat bahwa fenomena ini menunjukkan upaya Meta untuk membersihkan Instagram dari akun palsu dan aktivitas bot yang selama ini membuat angka pengikut terlihat tidak realistis.

Artikel Terkait