Jakarta, CNN Indonesia -- Aktor Dwayne Johnson, yang dikenal sebagai The Rock, baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia didiagnosis mengidap epididimitis. Penyakit ini sering kali dikaitkan dengan kanker testis karena gejala yang hampir serupa. Dalam sebuah pernyataan, Johnson menyebutkan bahwa ia menemukan benjolan di area testisnya saat mandi, dan benjolan tersebut terasa nyeri saat disentuh.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa pria berusia 54 tahun ini kemungkinan mengalami epididimitis. Epididimitis adalah peradangan pada saluran di bagian belakang testis yang berfungsi menyimpan sperma. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti nyeri, pembengkakan, dan peradangan. Menurut informasi dari Cleveland Clinic, terdapat dua jenis epididimitis, yaitu akut dan kronis. Epididimitis akut biasanya ditandai dengan gejala yang muncul secara tiba-tiba dan semakin parah, sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri.
Gejala Epididimitis
Sementara itu, epididimitis kronis berlangsung selama enam minggu atau lebih, dengan rasa nyeri yang bisa datang dan pergi, serta gejala yang umumnya lebih ringan dibandingkan dengan kasus akut. Beberapa gejala yang umum terjadi pada epididimitis meliputi:
- Nyeri pada testis yang menjalar ke selangkangan
- Testis bengkak
- Demam
- Nyeri saat buang air kecil
- Adanya darah dalam air mani
Infeksi menular seksual seperti gonore dan klamidia merupakan penyebab paling umum dari epididimitis. Selain itu, kondisi ini juga dapat dipicu oleh aliran balik urine yang terinfeksi melalui saluran ejakulasi ke epididimis, dengan E.coli menjadi salah satu bakteri yang sering ditemukan sebagai penyebabnya.
Perbedaan dengan Kanker Testis
Kekhawatiran Johnson mengenai kemungkinan kanker testis muncul karena gejala epididimitis yang sering tumpang tindih dengan kanker testis. Meskipun keduanya dapat menyebabkan pembengkakan pada skrotum dan munculnya benjolan, ada perbedaan yang jelas di antara keduanya. Menurut Testicular Cancer Foundation, perbedaan utama terletak pada rasa nyeri yang dialami. Epididimitis cenderung menyebabkan nyeri tajam yang berkembang dengan cepat, sedangkan kanker testis sering kali muncul tanpa nyeri atau dengan nyeri yang lebih tumpul.
Selain itu, infeksi yang menyertai epididimitis biasanya disertai dengan kemerahan, demam, atau sensasi terbakar saat berkemih, yang tidak terjadi pada kanker testis. Benjolan akibat kanker testis umumnya bertekstur keras dan terletak di bagian tubuh testis, sedangkan benjolan pada epididimitis biasanya muncul di area atas atau belakang testis dan bersifat jinak.
Jika Anda menemukan adanya pembengkakan atau benjolan pada testis, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Baik epididimitis maupun kanker testis dapat diatasi dengan lebih efektif jika ditangani lebih awal.