JAKARTA — Dua struktur dasar lokomotif berukuran besar telah meninggalkan Indonesia dan menuju Australia. Pengiriman yang dilakukan dari Terminal Petikemas Surabaya, Jawa Timur, pada hari Jumat (10/7/2026), bukan sekadar perpindahan barang, melainkan sebuah sinyal bahwa kemampuan manufaktur perkeretaapian Indonesia mulai mendapatkan tempat di industri global.
PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) mengirimkan dua unit locomotive platform kepada UGL RS Pty Limited di Australia. Kedua unit tersebut merupakan bagian dari kontrak pengadaan 50 unit yang ditandatangani pada tahun 2021, dengan total nilai lebih dari Rp100 miliar.
Pencapaian Penting bagi INKA
Komisaris PT INKA, Sangap Surbakti, menyatakan bahwa pengiriman ini merupakan langkah penting bagi perusahaan, menunjukkan bahwa produk manufaktur perkeretaapian nasional tidak hanya digunakan di dalam negeri, tetapi juga diterima di pasar internasional. “Pengiriman ini merupakan capaian penting bagi INKA karena menunjukkan bahwa produk manufaktur perkeretaapian nasional tidak hanya digunakan di Indonesia, tetapi juga dapat diterima oleh pasar internasional,” ujarnya di Madiun, Sabtu (11/7/2026).
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para karyawan INKA serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses produksi dan pengiriman. Namun, perlu dicatat bahwa istilah locomotive platform merujuk pada struktur dasar atau underframe yang dikirim, bukan lokomotif lengkap yang siap dioperasikan. Struktur ini akan menjadi bagian dari lokomotif diesel-elektrik C44ESACi yang akan diselesaikan oleh UGL di Australia.
Proyek Jangka Panjang dan Ekspansi Pasar
Penjelasan tersebut tidak mengurangi makna pencapaian INKA. Sebaliknya, kemampuan untuk memproduksi struktur utama lokomotif sesuai dengan desain dan spesifikasi yang ditetapkan menunjukkan bahwa industri Indonesia telah mampu berkontribusi dalam pembagian kerja manufaktur internasional. Kontrak ini juga bukan sekadar transaksi sesaat, karena INKA telah mulai mengirimkan dua unit pertama pada Februari 2025. Seluruh pesanan sebanyak 50 unit dijadwalkan untuk dikirim secara bertahap hingga tahun 2028.
Pengiriman unit ke-18 ini menunjukkan bahwa proyek tersebut terus berlanjut dan tidak hanya berhenti pada pengiriman percobaan. Hingga Juli 2026, INKA melaporkan telah mengirimkan lebih dari 1.000 unit gerbong barang serta sejumlah locomotive platform untuk mendukung kegiatan perkeretaapian di Australia dan Selandia Baru. Capaian ini menjadikan kawasan Pasifik sebagai salah satu etalase ekspor terpenting bagi industri kereta api Indonesia.