BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:10 WIB
Berita Terkini Senin, 20 Jul 2026 06:56 WIB

Keluarga di Depok Terusik oleh Teror Tetangga, Polisi Ambil Tindakan

20 Jul 2026, 06:56 WIB 92x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
R
Rizky Ananta 92x dibaca · 2 menit baca
Foto: Polisi melakukan olah TKP kasus dugaan perusakan rumah dan intimidasi warga Kota Depok oleh tetangga. Polisi juga mengumpulkan alat bukti terkait kasus itu. (dok Polres Depok)
Foto: Polisi melakukan olah TKP kasus dugaan perusakan rumah dan intimidasi warga Kota Depok oleh tetangga. Polisi juga mengumpulkan alat bukti terkait kasus itu. (dok Polres Depok)

Jakarta - Kasus teror yang menimpa warga Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, kini memasuki fase baru setelah pihak kepolisian mulai melakukan penyelidikan. Keluarga Azis Suraji menjadi korban dari perilaku mengganggu yang dilakukan oleh tetangganya.

Akibat dari teror tersebut, keluarga Azis memutuskan untuk menjual rumah mereka. Insiden ini menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV yang menunjukkan seorang pria melempar helm ke rumah mereka beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pria itu terlihat mondar-mandir menggunakan sepeda motor di depan pagar rumah korban sebelum melakukan tindakan tersebut.

Perilaku Mengganggu yang Berulang

Pada kesempatan lain, pria yang sama juga terlihat membuang sampah ke area rumah keluarga Azis. Meskipun beberapa warga berusaha untuk melerai, situasi tersebut tetap memicu keributan.

Novita, anak dari Azis Suraji, menjelaskan bahwa tetangganya sering melakukan tindakan yang merugikan mereka. Ia mengungkapkan bahwa pagar rumahnya mengalami kerusakan akibat ditendang oleh tetangga pada Rabu, 15 Juli.

"Itu (perusakan pagar) barusan yang tanggal 15 yang kemarin. Itu baru. (Pakai) kaki, ditendang," ujar Novita saat ditemui di kediamannya pada Jumat, 17 Juli. Ia juga menambahkan bahwa keluarganya pernah diteror dengan golok saat perayaan Lebaran.

“Sampai pas Lebaran aja pernah kita dibawain golok. Keluarga lagi pada kumpul di rumah, dibawain golok. Banyak saksi hidup, keluarga saya masih pada hidup. Sayangnya belum ada CCTV,” jelasnya. Novita menambahkan bahwa mereka hampir setiap hari mengalami gangguan verbal.

Penyelidikan Polisi

Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki kasus dugaan perusakan yang dilakukan oleh tetangga terhadap warga di Pancoran Mas. Polisi mengungkapkan bahwa teror ini dipicu oleh pertikaian antara kedua belah pihak yang diduga disebabkan oleh kata-kata kasar dan musik yang terlalu keras karena jarak rumah yang berdekatan.

"Informasinya kata-kata kasar dan setel musik karena saling berdekatan rumahnya," kata Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra, saat dihubungi. Saat ini, polisi telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan memeriksa lima orang saksi terkait insiden tersebut.

AKBP Made Gede Oka, Kasat Reskrim Polres Metro Depok, menyatakan bahwa kedua pihak sebelumnya telah dimediasi oleh Bhabinkamtibmas dan pengurus lingkungan setempat. Namun, perselisihan yang terjadi sejak tahun 2024 ini terus berlanjut hingga korban memutuskan untuk melapor ke polisi.

"Untuk perselisihan tersebut dimulai dari tahun 2024 ya informasinya, dan sudah beberapa kali dilakukan mediasi disaksikan pihak RT dan RW," ungkapnya. Saat ini, laporan mengenai perusakan properti rumah oleh terduga pelaku sedang diproses oleh pihak kepolisian.