BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 07:08 WIB
Berita Terkini Sabtu, 11 Jul 2026 03:12 WIB

Keluhan Warga Kopo Terhadap Bau Menyengat Sungai Cibeureum

11 Jul 2026, 03:12 WIB 104x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
R
Rizky Ananta 104x dibaca · 2 menit baca
Sungai Cibeureum, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, diduga tercemar (Foto: dok.istimewa)
Sungai Cibeureum, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, diduga tercemar (Foto: dok.istimewa)

Serang - Masyarakat di Kampung Bojong, Desa Gabus, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten, merasa prihatin dengan kondisi Sungai Cibeureum yang tiba-tiba mengeluarkan bau tidak sedap seperti limbah. Sungai ini sebelumnya menjadi sumber air untuk berbagai aktivitas, termasuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sanitasi.

Salah satu warga, Khoir, mengungkapkan bahwa air sungai yang biasanya bening kini berubah menjadi keruh dengan warna cokelat. Selain itu, aliran sungai juga menghasilkan aroma yang sangat tidak menyenangkan. Dalam sebuah rekaman video yang ia kirimkan, terlihat jelas bahwa aliran sungai tampak keruh dan diduga telah tercampur dengan limbah.

Kondisi Sungai yang Memprihatinkan

"Biasanya saat musim kemarau, air Sungai Cibeureum bening, tetapi sekarang keruh dan baunya sangat menyengat seperti comberan. Perubahannya sangat mencolok dibandingkan sebelumnya," kata Khoir pada Kamis (9/7/2026).

Khoir menambahkan bahwa rumahnya terletak dekat dengan aliran sungai tersebut. Merasa terganggu, ia pun menyusuri tepi sungai untuk mencari tahu penyebab pencemaran. "Saya baru menyusuri sampai titik tertentu yang dekat. Kemungkinan dampaknya lebih jauh lagi ke hilir. Banyak warga yang datang melihat kondisi sungai dan mendokumentasikannya," ujarnya.

Dugaan Pembuangan Limbah

Khoir mencurigai adanya pembuangan limbah di hulu sungai yang menyebabkan pencemaran ini. "Sumber pencemaran diduga berasal dari kawasan sekitar sebuah perusahaan yang baru beroperasi beberapa minggu terakhir. Namun, hal ini tentu perlu dibuktikan lebih lanjut oleh pihak berwenang," ungkapnya.

Akibat dari pencemaran tersebut, aktivitas sehari-hari masyarakat menjadi terganggu. Warga kesulitan menggunakan air sungai untuk mandi, mencuci pakaian, dan kebutuhan domestik lainnya karena kondisinya yang kotor dan berbau. "Kasihan warga yang masih memanfaatkan sungai. Sekarang banyak yang mengeluh karena airnya sudah tidak layak seperti dulu," tutup Khoir.