BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 02:41 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Senin, 29 Jun 2026 14:14 WIB

Kematian Nola Dya Sari saat Latihan Dasar Militer, Kemenhan Rinci Hasil Pemeriksaan Kesehatan

29 Jun 2026, 14:14 WIB 38x dibaca 3 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
Z
Zahra Asma Nabila 38x dibaca · 3 menit baca
Kematian Nola Dya Sari saat Latihan Dasar Militer, Kemenhan Rinci Hasil Pemeriksaan Kesehatan
regional.kompas.com

SINGKAWANG - Nola Dya Sari, yang merupakan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil) dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memberikan penjelasan mengenai kronologi meninggalnya peserta asal Kota Singkawang, Kalimantan Barat, yang awalnya mengikuti pembelajaran tanpa keluhan, namun kemudian mengalami henti jantung saat dirawat di rumah sakit.

Kronologi Kejadian

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, menyatakan bahwa Nola adalah peserta dari Satuan Pendidikan (Satdik) Dodik Bela Negara Kalimantan. Pada hari Jumat, 26 Juni 2026, Nola mengikuti kegiatan pembelajaran sosiologi dan teknik perkebunan di dalam kelas tanpa menunjukkan tanda-tanda masalah kesehatan. "Pada Jumat, 26 Juni 2026, almarhumah mengikuti kegiatan pembelajaran sosiologi dan teknik perkebunan di dalam kelas tanpa keluhan kesehatan," ungkap Ketut dalam konferensi pers di Gedung Kemenhan, Jakarta.

Namun, sekitar pukul 18.45 WIB, Nola mulai mengeluhkan sesak napas dan merasa tubuhnya panas. Tim kesehatan dari satuan pendidikan memberikan penanganan awal sebelum merujuknya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Singkawang. Nola tiba di IGD pada pukul 19.20 WIB dan langsung mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis. Setelah stabil, Nola dirujuk ke RSUD dr. Abdul Azis Singkawang untuk perawatan lebih lanjut. Sekitar pukul 20.20 WIB, Nola tiba di rumah sakit tersebut dan langsung ditangani oleh tim medis.

Selama perawatan, kondisi Nola semakin memburuk hingga mengalami henti jantung (cardiac arrest). Tim dokter melakukan berbagai upaya penyelamatan, termasuk resusitasi jantung (CPR) dan tindakan kardioversi untuk mengembalikan fungsi jantung. "Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan, kondisi pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 WIB almarhumah dinyatakan meninggal dunia," jelas Ketut.

Hasil Pemeriksaan Kesehatan

Ketut juga menjelaskan bahwa Nola telah menjalani seluruh tahapan seleksi kesehatan sebelum mengikuti Program SPPI. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Nola dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan, meskipun terdapat catatan mengenai kelebihan berat badan. "Saat ini, hasil evaluasi medis terus didalami untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi yang dialami," tambahnya.

Kemenhan menyatakan bahwa peristiwa meninggalnya Nola akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan latsarmil Program SPPI. Atas arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, penyelenggara akan memperkuat aspek kesehatan peserta melalui pemeriksaan berkala bagi mereka yang memiliki faktor risiko, penyesuaian intensitas kegiatan, serta penguatan pengawasan medis dan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan serta rumah sakit TNI.

Kemenhan juga menegaskan bahwa latsarmil dalam Program SPPI bukanlah pendidikan militer untuk mencetak prajurit, melainkan bertujuan untuk membentuk karakter calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih agar memiliki disiplin, integritas, kepemimpinan, serta kesiapan untuk mengabdi kepada masyarakat. Nola merupakan peserta kelima dari Program SPPI calon manajer KDKMP yang meninggal dunia selama pelaksanaan latsarmil.

Hingga saat ini, Kemenhan masih mendalami hasil evaluasi medis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai kondisi yang dialami oleh korban.