Konflik antara penduduk Desa Narasaosina dan Desa Waiburak yang terletak di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali meletus pada pagi hari ini. Akibat dari peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan tewas.
Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, segera menuju lokasi kejadian setelah mengetahui situasi antara kedua desa kembali memanas. Ia menyebutkan bahwa dua korban yang meninggal berasal dari masing-masing desa. "Saya di lokasi. Lagi nego (mediasi) antar mayat dari Lewonara (Desa Narasaosina) yang dibunuh. Mayat dari Bele (Desa Waiburak) siap dikubur," ungkap Ignas.
Korban Luka dan Penanganan Medis
Sementara itu, dua warga dari Desa Waiburak mengalami luka akibat insiden tersebut dan telah dirujuk ke RSUD Lewoleba serta RSUD dr Hendrikus Fernandez Larantuka. Kedua pasien yang terluka akibat senjata tajam tersebut sebelumnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Ile Boleng. "Satu pasien dirujuk ke RSUD Lewoleba dan satu pasien lagi dirujuk ke RSUD Larantuka," kata Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura.
Penyebab dan Sejarah Konflik
Bentrokan antara Desa Narasaosina dan Desa Waiburak bukanlah hal baru, melainkan telah berlangsung sejak lama. Konflik ini dipicu oleh sengketa klaim kepemilikan tanah adat yang hingga kini belum terselesaikan. Sebelumnya, pemerintah daerah telah melakukan mediasi untuk meredakan ketegangan, namun bentrokan tetap terjadi. Pada 9 Mei lalu, misalnya, belasan rumah dibakar dan tujuh orang terluka akibat tembakan, yang kemudian harus dilarikan ke rumah sakit.