BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:11 WIB
Berita Terkini Sabtu, 18 Jul 2026 15:49 WIB

--- Kembali Terjadi Bentrokan Antardesa di Adonara NTT, Dua Korban Jiwa ---

18 Jul 2026, 15:49 WIB 81x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
B
Bagas Prakoso 81x dibaca · 2 menit baca
Konflik antarwarga Desa Narasaosina dan Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, kembali pecah pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
Konflik antarwarga Desa Narasaosina dan Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, kembali pecah pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
---TITLEEXCERPT--- Konflik antara warga Desa Narasaosina dan Waiburak di Adonara Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali memanas dan mengakibatkan dua orang tewas. Insiden ini terjadi pada pagi hari dan melibatkan mediasi dari pihak pemerintah setempat. ---CONTENT---

Konflik antara penduduk Desa Narasaosina dan Desa Waiburak yang terletak di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali meletus pada pagi hari ini. Akibat dari peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan tewas.

Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, segera menuju lokasi kejadian setelah mengetahui situasi antara kedua desa kembali memanas. Ia menyebutkan bahwa dua korban yang meninggal berasal dari masing-masing desa. "Saya di lokasi. Lagi nego (mediasi) antar mayat dari Lewonara (Desa Narasaosina) yang dibunuh. Mayat dari Bele (Desa Waiburak) siap dikubur," ungkap Ignas.

Korban Luka dan Penanganan Medis

Sementara itu, dua warga dari Desa Waiburak mengalami luka akibat insiden tersebut dan telah dirujuk ke RSUD Lewoleba serta RSUD dr Hendrikus Fernandez Larantuka. Kedua pasien yang terluka akibat senjata tajam tersebut sebelumnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Ile Boleng. "Satu pasien dirujuk ke RSUD Lewoleba dan satu pasien lagi dirujuk ke RSUD Larantuka," kata Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura.

Penyebab dan Sejarah Konflik

Bentrokan antara Desa Narasaosina dan Desa Waiburak bukanlah hal baru, melainkan telah berlangsung sejak lama. Konflik ini dipicu oleh sengketa klaim kepemilikan tanah adat yang hingga kini belum terselesaikan. Sebelumnya, pemerintah daerah telah melakukan mediasi untuk meredakan ketegangan, namun bentrokan tetap terjadi. Pada 9 Mei lalu, misalnya, belasan rumah dibakar dan tujuh orang terluka akibat tembakan, yang kemudian harus dilarikan ke rumah sakit.