BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 09:09 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Minggu, 02 Agt 2026 17:20 WIB

Kemenhub Segera Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II yang Terbakar di Laut Jawa

02 Agt 2026, 17:20 WIB 62x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
S
Sabrina Aulia Rahma 62x dibaca · 2 menit baca
Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus melakukan koordinasi yang intensif dalam menangani insiden kebakaran yang terjadi pada KM Mutiara Sentosa II di perairan Laut Jawa pada hari Ahad, 2 Agustus 2026. Saat ini, fokus utama adalah memastikan bahwa proses evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal dilaksanakan dengan cepat, aman, dan optimal.

Menurut laporan yang diterima, kebakaran diperkirakan terjadi antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB di Perairan Utara Sumenep. Informasi mengenai insiden ini diterima pada pukul 08.30 WIB dan segera ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi bersama semua pihak terkait untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.

Upaya Penanganan Awal

Dalam rangka penanganan awal, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui SROP Kalianget telah menyebarkan informasi mengenai kecelakaan kapal dan berkoordinasi dengan Basarnas. Pada saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan. Pada waktu yang bersamaan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211 ke lokasi kejadian. Selain itu, Distrik Navigasi menyiapkan Kapal Negara (KN) Masalembo untuk mendukung operasi penanganan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Salah satu kapal yang pertama kali menemukan posisi KM Mutiara Sentosa II adalah Meratus Project 3. Namun, karena kapal tersebut mengangkut muatan berbahaya, proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara langsung. Untuk mengoptimalkan upaya penyelamatan, evakuasi selanjutnya dilakukan dengan melibatkan kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi. Hingga laporan pendahuluan disusun, unsur yang terlibat dalam proses pertolongan meliputi TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, dan KM Transco Arafura.

Pernyataan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan bahwa proses penyelamatan berjalan dengan baik. "Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif," ungkap Masyhud dalam siaran persnya.

Berdasarkan laporan sementara, para penumpang masih menunggu proses evakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama seluruh pihak terkait juga telah menyiapkan langkah-langkah penanganan, termasuk mendirikan posko untuk mendukung koordinasi operasi penyelamatan. Masyhud menambahkan bahwa proses evakuasi dan penanganan masih berlangsung, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus memantau perkembangan di lapangan dan akan memberikan informasi lebih lanjut setelah semua data selesai diverifikasi. "Kami akan terus menyampaikan perkembangan penanganan insiden ini secara berkala setelah seluruh informasi yang diterima dari lapangan selesai diverifikasi, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," tutupnya.