BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 19:42 WIB
Berita Terkini Sabtu, 15 Agt 2026 18:44 WIB

Kemensos Siapkan Bantuan Pasca Gempa NTT Magnitudo 7,7

15 Agt 2026, 18:44 WIB 4x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
F
Fadil Ramadhan Akbar 4x dibaca · 3 menit baca
Foto: Dok. Kemensos
Foto: Dok. Kemensos

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengungkapkan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) terus berupaya menangani dampak dari gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi, 15 Agustus. Dalam upaya ini, Kemensos telah mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) serta mengatur pengiriman bantuan logistik dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, dan Gudang Pusat Kemensos di Bekasi.

"Sejak informasi gempa kami terima, jajaran Kemensos langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur penanganan bencana di lapangan. Fokus utama sekarang adalah penyelamatan dan perlindungan warga terdampak, memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, serta mempercepat pendataan korban," ujar Gus Ipul dalam keterangannya.

Data Sementara dan Tindakan Lanjutan

Sampai pukul 15.40 WIB, laporan sementara menunjukkan bahwa gempa berdampak pada beberapa wilayah, terutama di Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende. Sekitar 2.000 orang dilaporkan terdampak, dengan jumlah pengungsi yang masih dalam proses pendataan. Data awal mencatat 38 orang meninggal dunia, enam orang luka-luka, dan dua orang tertimbun. Gus Ipul menekankan bahwa angka tersebut masih dalam proses verifikasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.

"Saya sudah minta seluruh jajaran di lapangan bekerja cepat, tetapi tetap memastikan datanya akurat. Prioritas pertama tentu korban yang membutuhkan pertolongan, kemudian pengungsi, kelompok rentan, serta keluarga yang kehilangan tempat tinggal," tambahnya.

Penyediaan Bantuan Logistik

Beberapa titik pengungsian sementara telah disiapkan, termasuk di Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng. Tim gabungan juga sedang melakukan asesmen terhadap kerusakan rumah, fasilitas umum, serta kebutuhan mendesak masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, Kemensos telah menggerakkan bantuan logistik senilai sekitar Rp4,52 miliar.

Pengiriman dari Sentra Efata Kupang mencapai lebih dari Rp1,01 miliar untuk Kabupaten Nagekeo, yang mencakup velbed, family kit, tenda gulung, selimut, dan makanan anak. Selain itu, Dinas Sosial Provinsi NTT mengirimkan bantuan senilai sekitar Rp541,6 juta ke Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur. Kemensos juga menambah pasokan dari Gudang Pusat Bekasi dengan dua pengiriman senilai sekitar Rp2,96 miliar yang sedang dipersiapkan.

"Logistik yang tersedia di daerah langsung kita gerakkan agar masyarakat tidak menunggu. Pada saat yang sama, stok dari pusat juga kita dorong untuk memperkuat kebutuhan beberapa hari ke depan. Jangan sampai warga terdampak kekurangan makanan, tempat berlindung, maupun kebutuhan dasar lainnya," jelas Gus Ipul.

Gus Ipul juga meminta Tagana dan pemerintah daerah untuk terus melakukan asesmen, membantu evakuasi, mendirikan tenda darurat, serta mengoperasikan dapur umum sesuai kebutuhan di lapangan. Terkait korban meninggal, Kemensos sedang melakukan verifikasi dan validasi data bersama pemerintah daerah. Setelah data dinyatakan lengkap, Kemensos akan menyalurkan santunan kepada ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku.

"Untuk keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Kemensos akan memastikan hak-hak korban ditangani sesuai ketentuan. Tim saat ini sedang melakukan verifikasi dan validasi agar penyalurannya dapat segera dilakukan," imbuhnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG. "Yang paling penting sekarang keselamatan. Jangan masuk ke bangunan yang kondisinya belum dipastikan aman. Ikuti arahan petugas dan informasi resmi. Kemensos bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus berada di lapangan mendampingi masyarakat sampai situasi benar-benar tertangani," tutup Gus Ipul.

Gempa terjadi pada Sabtu pukul 04.58 WIB dengan episenter di laut sekitar 30-38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan namun kemudian dicabut setelah ancaman dinyatakan berlalu. Proses pendataan korban, pengungsi, serta kerusakan masih berlangsung, dan data yang dihimpun Kemensos bersifat sementara serta akan terus diperbarui berdasarkan hasil verifikasi lapangan.