Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menjalin kerja sama dengan proyek Sustainable Mass Electric Transportation to Support Green Smart City in West Java untuk melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama stasiun pengisian bus rapid transit (BRT) Cekungan Bandung. Acara ini berlangsung di Depo Leuwipanjang, Bandung, Jawa Barat.
Direktur Angkutan Jalan, Muiz Thohir, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proyek Indonesia Mass Transit (MASTRAN) BRT Cekungan Bandung yang kini telah memasuki fase pembangunan infrastruktur. "Kegiatan ini menjadi tanda dimulainya pembangunan dalam proyek kerja sama tersebut dan merupakan awal percepatan transformasi transportasi nasional. Kita menuju sistem yang modern, efisien, dan rendah emisi," ungkap Muiz dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Kerja Sama Internasional untuk Transportasi Berkelanjutan
Muiz menjelaskan bahwa kolaborasi ini didanai melalui hibah luar negeri dari Pemerintah Korea Selatan melalui Chungnam Center for Creative Economy & Innovation (C-CCEI) yang mencakup pembangunan sistem stasiun pengisian daya. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra internasional dalam melakukan transformasi transportasi.
"Indonesia Mass Transit Project merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo. Fokusnya pada pembangunan infrastruktur berkualitas dan percepatan ekonomi hijau," tambahnya.
Harapan untuk Masa Depan Transportasi Publik
Proyek ini bertujuan untuk mengintegrasikan transportasi massal berbasis BRT dengan kendaraan listrik serta infrastruktur pengisian daya yang ramah lingkungan. Muiz juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Korea Selatan atas dukungan yang telah diberikan. "Kami berharap kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi kedua negara," katanya.
Di sisi lain, CEO Chungnam Center for Creative Economy & Innovation (C-CCEI), Kim Sungkeun, menyatakan bahwa peletakan batu pertama ini menandai dimulainya kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan Republik Korea Selatan dalam pembangunan infrastruktur transportasi publik yang berkelanjutan, khususnya stasiun pengisian bus listrik. Ia berharap proyek ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan transportasi publik berkelanjutan di Indonesia dan memperkuat kerja sama kedua negara di sektor smart city.