BREAKING Minggu, 14 Jun 2026 08:29 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Minggu, 14 Jun 2026 07:03 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Picu Antrean Panjang Pertalite di Bener Meriah

14 Jun 2026, 07:03 WIB 3x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
S
Shinta Islamadina 3x dibaca · 2 menit baca
Kenaikan Harga Pertamax Picu Antrean Panjang Pertalite di Bener Meriah
regional.kompas.com

BENER MERIAH, KOMPAS.com - Kenaikan harga bahan bakar jenis Pertamax telah menyebabkan antrean panjang untuk pengisian Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Pada Sabtu (13/6/2026), pengamatan di SPBU Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam, menunjukkan puluhan warga sudah mengantre bahkan sebelum SPBU dibuka.

Halaman SPBU dipenuhi kendaraan yang menunggu untuk mengisi bahan bakar. Salah seorang warga, Hasanah, menjelaskan, "Nanti kalau datang telat, antrean Pertalitenya panjang sekali, jadi makan waktu lama." Ia memilih untuk datang lebih awal agar bisa mendapatkan antrean di depan, meskipun harus bersabar menunggu satu hingga dua jam sebelum SPBU mulai beroperasi. "Setengah tujuh sudah di SPBU, itupun sudah beberapa sepeda motor yang mengantre, dapat antrean nomor 5, Alhamdulillah nanti enggak lama lagi nunggunya," tambahnya.

Antrean Panjang di SPBU Lain

Di SPBU Blok C Kecamatan Timang Gajah, antrean untuk pengisian Pertalite juga terlihat sangat panjang hingga mencapai jalan raya. Muhammad Zakir, salah satu warga setempat, mengaku mulai beralih ke Pertalite karena harga Pertamax yang meningkat drastis. "Kemarin itu, sebelum dinaikin pemerintah, Pertamax masih terjangkau ya, masih bisalah dibeli. Kalau harga yang sekarang harus mikir seribu kali," ungkap Zakir.

Ia menjelaskan bahwa situasi tersebut memaksanya untuk ikut antrean panjang ketika tangki sepeda motornya hampir kosong. Selain di SPBU Pante Raya dan Blok C, antrean panjang juga terlihat di SPBU Pondok Baru Kecamatan Bandar dan SPBU Simpang Teritit di Kecamatan Bukit.

Penjelasan Pertamina tentang Kenaikan Harga

Beberapa waktu lalu, Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi dilakukan secara berkala setelah evaluasi formula harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan nilai keekonomian pasar.

Untuk informasi lebih lanjut, berikut adalah rincian harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina yang berlaku di wilayah Aceh dan sekitarnya. Bahan bakar bersubsidi jenis Pertalite tetap pada harga Rp 10.000 per liter, sedangkan Biosolar Rp 6.800 per liter. Namun, beberapa jenis BBM mengalami kenaikan harga, antara lain: Pertamax Rp 16.250 hingga Rp 16.650 per liter, Pertamax Green 95 Rp 17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter, Dexlite Rp 23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp 24.800 per liter.