Eliza Mardian, seorang pengamat pertanian dari Center of Reform on Economics (CORE), menyatakan bahwa pelemahan rupiah berpotensi mendorong kenaikan harga produk olahan kedelai hingga sekitar dua persen. Hal ini terjadi di tengah tingginya ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor yang mencapai hampir 90 persen dari total kebutuhan nasional.
Penurunan nilai tukar rupiah membuat biaya impor kedelai meningkat, meskipun harga global tetap stabil. Situasi ini menyebabkan kenaikan biaya bahan baku di dalam negeri dan memberikan tekanan pada rantai pasok pangan yang berbasis kedelai. “Kita ini kan hampir 90 persen kedelainya itu dipenuhi dari impor. Depresiasi rupiah tentu menyebabkan peningkatan harga-harga barang impor termasuk kedelai,” ungkap Eliza.
Nilai Tukar Rupiah dan Dampaknya
Pada hari Senin pagi, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp 17.658 per dolar AS, melemah sekitar 61 poin atau 0,35 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.597 per dolar AS. Lukman Leong, seorang analis mata uang dari Doo Financial Futures, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah disebabkan oleh meningkatnya sentimen risk off di pasar global. Hal ini dipicu oleh reaksi negatif pasar terhadap hasil pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, yang dianggap tidak memberikan solusi terhadap konflik geopolitik yang ada.
Fenomena Inflasi Impor
Eliza menambahkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah menciptakan fenomena inflasi impor. Inflasi ini terjadi akibat meningkatnya harga barang impor ketika mata uang domestik mengalami depresiasi. “Nah ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor kedelai otomatis meningkat meskipun harga global relatif stabil. Kondisi ini akan memicu kenaikan biaya bahan baku di dalam negeri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eliza menjelaskan bahwa dampak dari kenaikan harga kedelai tidak hanya berpengaruh pada bahan baku impor. Kedelai merupakan bahan utama untuk berbagai produk konsumsi masyarakat, termasuk tahu, tempe, susu kedelai, dan pakan ternak berbasis bungkil kedelai.