BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 09:09 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Sabtu, 01 Agt 2026 07:59 WIB

Kenaikan Laba Bersih Maybank Indonesia Tercatat 21,2 Persen di Semester Pertama 2026

01 Agt 2026, 07:59 WIB 58x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
A
Almira Rara Susanti 58x dibaca · 2 menit baca
Foto: Dok Republika
Foto: Dok Republika

PT Bank Maybank Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 698 miliar pada semester pertama tahun 2026, meningkat 21,2 persen secara tahunan. Peningkatan ini didorong oleh penguatan dalam bisnis inti, pertumbuhan pendapatan bunga bersih, serta kualitas aset yang tetap terjaga meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kinerja Positif di Tengah Tantangan

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyatakan bahwa perusahaan berhasil mempertahankan kinerja yang positif meskipun menghadapi tantangan seperti tingginya suku bunga dan ketidakpastian global. "Kinerja ini mencerminkan kekuatan bisnis inti perbankan kami serta pelaksanaan prioritas strategis secara disiplin di tengah kenaikan suku bunga dan ketidakpastian global yang masih membayangi pasar domestik," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.

Pendapatan Bunga dan Nonbunga

Pada semester pertama 2026, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) mengalami pertumbuhan sebesar 3,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, didukung oleh penurunan beban bunga. Sementara itu, Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 4,3 persen. Namun, pendapatan nonbunga (Non-Interest Income/NOII) mengalami penurunan sebesar 5,4 persen secara tahunan. Meski demikian, pendapatan berbasis komisi (fee based income) meningkat 8 persen, didorong oleh pertumbuhan layanan wealth sebesar 39 persen, pembiayaan otomotif 27,5 persen, serta layanan perbankan ritel yang tumbuh 54,3 persen.

Sejalan dengan itu, Gross Operating Income (GOI) meningkat 1,9 persen menjadi Rp 4,64 triliun. Dari sisi neraca, total aset Maybank Indonesia tumbuh 15,6 persen menjadi Rp 213,81 triliun hingga Juni 2026. Kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan, dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tercatat sebesar 2,1 persen (gross) dan 1,3 persen (net), lebih rendah dibandingkan posisi Juni 2025 yang masing-masing sebesar 2,4 persen (gross) dan 1,5 persen (net).

Peningkatan Penyaluran Kredit

Penyaluran kredit meningkat 3,8 persen menjadi Rp 126,28 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh kredit segmen Global Banking yang naik 5 persen menjadi Rp 54,98 triliun, terutama dari segmen Large Local Corporates yang tumbuh 18 persen serta Business Banking yang meningkat 24,3 persen. Sementara itu, kredit yang dikelola melalui Community Financial Services (CFS), baik ritel maupun nonritel, tumbuh 2,9 persen menjadi Rp 71,30 triliun.