BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 05:48 WIB
Berita Terkini Jumat, 12 Jun 2026 00:33 WIB

--- Kenaikan Tunjangan Guru Non-ASN Sebesar Rp 2 Juta, Ditransfer Langsung ke Rekening ---

12 Jun 2026, 00:33 WIB 17x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
I
Ilham Saputra 17x dibaca · 2 menit baca
Ilustrasi guru di Bali. (Chat GPT)
Ilustrasi guru di Bali. (Chat GPT)
---TITLEEXCERPT--- Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengumumkan bahwa tunjangan bagi guru non-ASN telah meningkat menjadi Rp 2 juta, dengan pembayaran yang dilakukan langsung ke rekening masing-masing guru. ---CONTENT---

Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan guru melalui kenaikan tunjangan bagi guru honorer dan ASN. Mu'ti menjelaskan bahwa gaji dan tunjangan kini akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru.

"Kemudian untuk kesejahteraan guru, kami ingin tegaskan sekali lagi bahwa sesuai komitmen Bapak Presiden, tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan dari yang guru non-ASN tunjangannya dinaikkan dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta, dan kemudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok," kata Mu'ti kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026).

Proses Pembayaran yang Efisien

Gaji dan tunjangan tersebut akan ditransfer secara langsung ke rekening setiap bulan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Prabowo untuk mengurangi birokrasi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para guru. "Yang berbeda juga sebagai terobosan adalah tunjangan dan gaji itu ditransfer langsung ke rekening guru setiap bulan. Nah, ini yang membedakan dengan kebijakan sebelumnya dan ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis dan agar guru dapat mendapatkan manfaat langsung dari transfer tunjangan yang ke rekening guru setiap bulan," ujarnya.

Beasiswa untuk Guru

Sementara itu, pemerintah juga membuka kembali program beasiswa dengan kuota untuk 150.000 guru. Proses pendaftaran untuk beasiswa ini masih berlangsung. "Nah, tahun ini kami mengalokasikan beasiswa untuk guru yang belum D4 atau S1 sebanyak 150.000 guru dengan nominal beasiswa sama dengan yang tahun 2025, Rp 3 juta per semester. Dan sekarang masih proses pendaftaran karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini," jelasnya.

Di sisi lain, sebanyak 12.500 guru penerima beasiswa D4 dan S1 dari pemerintah diperkirakan akan menyelesaikan pendidikan mereka tahun ini. Mu'ti berharap Prabowo dapat menghadiri acara wisuda tersebut. "Kemudian untuk guru juga kami sampaikan bahwa tahun 2025 kami mengalokasikan beasiswa untuk 12.500 guru yang belum D4 atau S1 dengan beasiswa 3 juta per semester. Program ini sudah berjalan dengan sistem RPL (rekognisi pembelajaran lampau), sudah masuk semester kedua dan Insyaallah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini," kata Mu'ti.

"Kami rencanakan kalau nanti sudah selesai semua yang 12.500, kami harapkan nanti, kami mohon tadi kepada Bapak Presiden untuk dapat mewisuda 12.500 guru yang mendapatkan beasiswa S1 dengan sistem RPL," lanjutnya.