BREAKING Minggu, 14 Jun 2026 08:14 WIB
Berita Terkini Minggu, 14 Jun 2026 06:46 WIB

Kepastian Perdamaian Iran dan AS Masih Dipertanyakan

14 Jun 2026, 06:46 WIB 3x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
F
Fadil Ramadhan Akbar 3x dibaca · 2 menit baca
Kepastian Perdamaian Iran dan AS Masih Dipertanyakan
Foto: Hasan Alhabshy

Jakarta - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengungkapkan bahwa Teheran telah mencapai kesepakatan terkait sebagian besar isu yang dibahas dengan Amerika Serikat (AS). Namun, pertanyaan muncul mengenai apakah perdamaian ini benar-benar akan terwujud.

Keraguan Terhadap Kesepakatan

Hikmahanto Juwana, seorang guru besar hukum internasional di Universitas Indonesia, menyatakan bahwa tawaran damai dari Iran kemungkinan dapat ditolak oleh Presiden AS Donald Trump secara sepihak. Dia menyebutkan bahwa kesepakatan damai tersebut kemungkinan besar akan dikirim oleh pihak AS.

"Berita tersebut kemungkinan dari pihak Iran, yang oleh Trump dikatakan tidak benar. Kalau benar sih, bagus sekali buat Iran," ungkap Hikmahanto saat dihubungi pada Minggu (14/6/2026).

Belum Ada Kesepakatan Resmi

Hikmahanto juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada nota kesepahaman yang disepakati antara Iran dan AS. Dia berpendapat bahwa Iran mungkin sedang memainkan strategi dengan mengklaim kesepakatan sepihak. "Jadi saat ini belum ada dokumen yang disepakati oleh kedua belah pihak. Iran sepertinya main kartu seperti Trump. Mengklaim saja sepihak biar nanti dibantah," jelasnya.

Dia menambahkan, sulit untuk memprediksi momen yang dapat mendamaikan kedua negara tersebut dan beranggapan bahwa konflik kemungkinan akan berlanjut. "Nah ini sulit diperkirakan. Bisa jadi tidak ada titik temu. Jadi mereka akan mengambangkan perang," katanya.

Usulan Memorandum Kesepahaman

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa usulan memorandum kesepahaman antara Iran dan AS akan secara resmi mengakhiri konflik di semua front, termasuk di Lebanon. Iran juga berencana untuk memulai negosiasi mengenai pencabutan sanksi, program nuklir, dan pengaturan keamanan regional.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB, Araghchi menjelaskan bahwa dokumen yang dikenal sebagai Memorandum Kesepahaman Islamabad ini akan menandai berakhirnya perang secara resmi. "Berakhirnya perang akan diumumkan di semua front, termasuk Lebanon," ujarnya.

Araghchi menambahkan bahwa memorandum tersebut akan mencakup komitmen untuk tidak memulai perang, tidak mengancam dengan kekerasan, serta tidak mencampuri urusan internal masing-masing negara. Dia juga menyatakan, "Untuk pertama kalinya dalam 47 tahun, Amerika Serikat secara eksplisit menyatakan bahwa mereka menghormati kedaulatan Republik Islam Iran."