Perusahaan riset dan keamanan kecerdasan buatan (AI) Anthropic telah menjalin kemitraan dengan Goldman Sachs dan Blackstone untuk meluncurkan usaha patungan yang bertujuan mempercepat adopsi teknologi AI di ratusan perusahaan. Perusahaan baru ini memiliki nilai mencapai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 26,05 triliun, berdasarkan kurs dolar AS terhadap rupiah yang diperkirakan sekitar 17.370.
Menurut laporan CNBC, yang dipublikasikan pada Senin, 4 Mei 2026, usaha patungan ini juga melibatkan perusahaan ekuitas swasta Hellman & Friedman yang berbasis di San Francisco, serta didukung oleh sejumlah manajer aset seperti Apollo dan General Atlantic. Perusahaan ini akan menerapkan model AI bernama Claude yang dikembangkan oleh Anthropic secara langsung dalam operasional bisnis.
Tujuan dan Strategi Usaha Patungan
Langkah ini diambil untuk mengatasi tantangan yang semakin meningkat dalam perkembangan AI, terutama terkait dengan kurangnya ahli yang mampu menerapkan teknologi ini dalam praktik nyata. Marc Nachmann, Kepala Global Manajemen Aset dan Kekayaan Goldman, menyatakan, “Ada kekurangan besar orang yang tahu cara menerapkan alat-alat ini ke dalam bisnis dan kemudian mentransformasinya.”
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi Anthropic untuk memperkuat posisinya di pasar AI perusahaan, di tengah meningkatnya persaingan dengan perusahaan lain seperti OpenAI. Dengan menggabungkan model Claude terbaru dengan jaringan perusahaan yang dimiliki oleh investor, Anthropic berupaya untuk mendapatkan keunggulan dalam penerapan teknologi di sektor menengah.
Peran Insinyur dalam Transformasi Bisnis
Nachmann menjelaskan bahwa usaha patungan ini, yang belum memiliki nama resmi, tidak akan berfungsi sebagai perusahaan konsultan tradisional. Sebaliknya, mereka akan menempatkan insinyur di dalam perusahaan untuk merancang ulang alur kerja dan mengintegrasikan AI ke dalam proses inti. “Memiliki model saja tidak mengubah alur kerja atau cara Anda beroperasi,” tambahnya. “Anda membutuhkan orang-orang yang dapat menggabungkan teknologi dengan apa yang sebenarnya terjadi dalam bisnis dan menerapkan perubahan tersebut.”
Wall Street Journal sebelumnya melaporkan bahwa komitmen investasi sebesar USD 1,5 miliar telah disepakati oleh semua pihak yang terlibat. Goldman dan mitranya berharap dapat menggunakan perusahaan-perusahaan dalam portofolio mereka sebagai tempat uji coba awal untuk platform baru ini, sebelum melanjutkan ke perusahaan-perusahaan menengah lainnya, terutama di sektor-sektor yang dikelola oleh perusahaan ekuitas swasta, seperti kesehatan, manufaktur, jasa keuangan, ritel, dan real estat. “Kami pikir entitas baru ini dapat memberikan banyak nilai tambah bagi perusahaan untuk membantu mentransformasi mereka,” ungkap Nachmann. “Jelas, kami akan banyak menggunakannya di perusahaan-perusahaan portofolio kami.”
Di sisi lain, Google dilaporkan sedang merencanakan investasi besar-besaran sebesar USD 40 miliar (sekitar Rp 690 triliun) untuk mendukung perusahaan rintisan AI, termasuk Anthropic. Menurut Engadget, langkah ini menunjukkan tren "kesepakatan sirkular" yang semakin umum di industri teknologi. Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa investasi ini akan diberikan dalam dua tahap, dengan USD 10 miliar disuntikkan berdasarkan valuasi saat ini, sementara sisa USD 30 miliar akan dicairkan jika Anthropic memenuhi target kinerja tertentu.
Investasi ini bukan hanya sekadar suntikan modal. Kesepakatan tersebut terjalin setelah Anthropic mengumumkan kemitraan dengan Google dan Broadcom untuk pengadaan Tensor Processing Unit (TPU) generasi terbaru. Dalam perjanjian ini, Anthropic berkomitmen untuk menggunakan server dan TPU milik Google, dan sebagai imbalannya, Google akan menyediakan kapasitas komputasi hingga 5 gigawatt pada tahun 2027 untuk mendukung pengembangan model AI masa depan milik Anthropic.